Makna Kurban Saat Hari Raya Idul Adha Dalam Pandangan Islam

- Ibadah kurban dalam Islam dimaknai bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi simbol ketauhidan, pengorbanan, dan keikhlasan kepada Allah SWT.
- Ketua PCNU Palembang menegaskan bahwa hakikat kurban adalah ketaatan total seperti dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, serta penyembelihan sifat buruk dalam diri manusia.
- Kurban juga memiliki nilai sosial tinggi karena menjadi momen berbagi kebahagiaan dengan fakir miskin dan sarana memperkuat kepedulian antarumat.
Palembang, IDN Times - Ibadah kurban dalam Islam bukan sekadar menyembelih hewan pada Hari Raya Idul Adha. Kurban menjadi bagian ibadah yang sarat akan makna ketauhidan, pengorbanan, keikhlasan, hingga kepedulian sosial.
"Dalam pandangan Islam, khususnya dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi manhaj Nahdlatul Ulama, ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan pada hari raya Idul Adha," ungkap Ketua PCNU Palembang, Abdul Malik Syafei, kepada IDN Times, Senin (25/5/2026).
1. Hakikat kurban yang harus dipahami umat

Malik menjelaskan, ibadah kurban merupakan simbol ketaatan total seorang hamba kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ketika mendapat perintah berat dari Allah, keduanya tetap tunduk dan menjalankannya dengan penuh keikhlasan.
"Di sinilah hakikat kurban, rela menyerahkan apa yang dicintai demi cinta yang lebih besar kepada Allah SWT," jelasnya.
2. Ibadah kurban jadi rasa syukur antar sesama

Menurutnya, para ulama telah bersepakat memaknai kurban bukan sekadar menyembelih kambing atau sapi, tetapi juga menyembelih sifat buruk dalam diri manusia seperti ego, keserakahan, sifat kikir, kesombongan, hingga kecintaan berlebihan terhadap dunia.
"Hewan yang disembelih hanyalah simbol lahiriah. Sementara yang paling utama dalam ibadah kurban ialah ketakwaan hati seseorang kepada Allah SWT," bebernya.
Selain memiliki nilai spiritual, kurban juga mengandung makna solidaritas sosial dan kemanusiaan. Menurutnya, tradisi pembagian daging kurban menjadi momentum berbagi kebahagiaan kepada fakir miskin dan masyarakat kecil.
"Dalam tradisi warga NU di kampung-kampung, kurban menjadi momentum berbagi kebahagiaan dengan fakir miskin, tetangga dan masyarakat kecil. Orang yang mungkin setahun tidak pernah makan daging, pada hari kurban ikut merasakan nikmat dan kebahagiaan," jelasnya.
3. Ibadah kurban menjadikan manusia tambah bertakwa

Ia mengatakan, Idul Adha seharusnya menjadi momentum muhasabah bagi umat Islam, baik dalam meningkatkan keikhlasan kepada Allah, kepedulian terhadap sesama maupun kemampuan menahan hawa nafsu.
"Ibadah kurban menjadikan kita hamba yang lebih bertakwa, lebih ikhlas dan lebih bermanfaat bagi umat," jelasnya.


















