Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tips Bersihkan Rumah dari Kotoran Tikus, Tak Boleh Disapu

Tips Bersihkan Rumah dari Kotoran Tikus, Tak Boleh Disapu
ilustrasi tikus (unsplash.com/Joshua J. Cotten)
Intinya Sih
  • Dinas Kesehatan Sumsel mengingatkan warga agar tidak menyapu jejak tikus dalam kondisi kering karena debu terkontaminasi bisa menularkan Hantavirus melalui udara.
  • Hantavirus memiliki dua jenis, yaitu HPS yang menyerang pernapasan dan HFRS yang menyerang ginjal; kasus HFRS telah ditemukan di beberapa provinsi sejak 2024.
  • Masyarakat diminta menjaga kebersihan rumah, menutup akses tikus, segera berobat jika muncul gejala, serta hanya mempercayai informasi resmi pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Palembang, IDN Times - Dinas Kesehatan Sumsel meminta masyarakat tetap waspada terkait penyebaran Hantavirus. Warga diminta tidak membersihkan area yang diduga dilalui tikus dengan cara disapu dalam kondisi kering.

Pasalnya debu yang tercampur urine, air liur, atau kotoran tikus dapat beterbangan ke udara dan terhirup manusia. Kondisi tersebut berisiko menjadi media penularan virus kepada manusia.

"Kalau menemukan jejak tikus jangan disapu. Gunakan pel basah atau cairan disinfektan agar partikel yang mungkin terkontaminasi tidak menyebar ke udara," ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, Sabtu (23/5/2026).

1. Ada dua jenis virus dari dari tikus ke manusia

ilustrasi kemampuan memori tikus (unsplash.com/Siegfried Poepperl)
ilustrasi kemampuan memori tikus (unsplash.com/Siegfried Poepperl)

Ira menjelaskan, virus hanta menyebar melalui urine dan feses maupun air liur tikus. Secara medis, virus ini memiliki dua jenis manifestasi klinis pertama, Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan dengan gejala demam, sakit kepala, nyeri badan, batuk hingga sesak napas.

Jenis kedua, Hemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS) menyerang ginjal dan dapat menyebabkan tubuh menguning. Kasus ini sudah ditemukan di Indonesia dalam berapa tahun terkahir.

"Untuk HPS memang belum pernah dilaporkan. Tapi HFRS sudah ditemukan dibeberapa provinsi sejak 2024 hingga awal 2026," jelasnya.

2. Kebersihan rumah dan menutup akses tikus

community.idntimes.com
Ilustrasi tikus. (Pexels.com/Ralph)

Ira mengimbau, masyarakat perlu mengambil langkah penanganan yang tepat. Di antaranya menutup lubang yang menjadi akses tikus, rutin mencuci tangan dan menjaga kebersihan rumah.

"Apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, sesak napas atau tubuh menguning segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan," jelasnya.

Dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait Hantavirus, alias hoaks. "Kami berharap masyarakat tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah," jelasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Sumatera Selatan

See More