CFD di Jembatan Ampera Palembang Dijadwalkan Launching Juni 2026

- Car Free Day Palembang dijadwalkan launching Juni 2026 dengan persiapan rekayasa lalu lintas dan sistem jalan satu arah untuk mencegah kemacetan di titik rawan.
- Dishub dan Satpol PP akan menambah personel guna menjaga ketertiban, keamanan, serta kelancaran arus kendaraan selama pelaksanaan CFD di sekitar Jembatan Ampera.
- Pemerintah diminta memperbaiki fasilitas publik seperti toilet portable dan pengaturan tarif parkir agar kenyamanan pengunjung CFD tetap terjaga.
Palembang, IDN Times - Kegiatan Car Free Day (CFD) Kota Palembang direncanakan launching dalam waktu dekat pada Juni 2026. Peresmian CFD akan dilakukan dengan persiapan matang, khususnya optimalisasi rekayasa lalu lintas agar mencegah kepadatan kendaraan di titik tertentu.
"Insyaallah di awal bulan depan, saat acara launching tidak ada kendala di lapangan," ujar Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian, dan Operasional (Wasdalops) Dishub Palembang Ak Julyanzah dikutip, Minggu (24/5/2026).
1. Dishub Palembang evaluasi penebalan keamanan CFD

Sebelumnya pada 21 Mei 2026, Dinas Perhubungan Palembang melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan CFD dan mengadakan rapat teknis untuk penebalan personel di titik rawan macet dan pemberlakuan sistem jalan satu arah.
Pemberlakuan sistem jalan satu arah merupakan poin krusial yang dievaluasi dalam rapat. Rencananya, jalan satu arah dilakukan di Jalan Nagaswidak untuk mengurai kepadatan lalu lintas akibat aktivitas pasar.
Selain itu, Dishub juga menyoroti titik penutupan jalan di kawasan Jembatan Ampera yang akan dibagi menjadi dua sesi, yakni pada pukul 08.00 WIB dan 09.00 WIB.
2. Pemkot diminta komitmen melakukan penertiban CFD

Secara garis besar, CFD di Palembang menciptakan energi positif. Tetapi memang ada beberapa poin pekerjaan rumah yang perlu dievaluasi pemkot. Yakn bagaimana pemerintah daerah berkomitmen menjaga keamanan, kenyamanan, ketertiban dan kebersihan di lokasi setempat.
Pantauan IDN Times, saat CFD berlangsung terdapat petugas dinas perhubungan sibuk mengatur arus lalu lintas di sekitar area penutupan jalan. Keberadaan personel jadi kunci CFD berjalan tertib. Sementara personel Satpol PP berkeliling memantau kepadatan kawasan umum.
3. Layanan toilet portable dan tarif parkir CFD Palembang jadi PR pemkot

Tak hanya petugas bersiaga yang mesti dipantau rutin, hal lain yang perlu disoroti, di balik tingginya antusiasme masyarakat ke CFD adalah pemerinta harus membenahi fasilitas publik. Salah satunya, toilet umum portable.
Sebab, layanan tersebut belum sebanding dengan jumlah pengunjung yang terus memadati kawasan CFD. Tak sedikit warga berharap, fasilitas sanitasi juga bisa ditambah agar pengunjung, terutama anak-anak dan lansia, lebih nyaman selama berada di lokasi.
Persoalan parkir pun penting disoroti. Sejumlah pengunjung berharap tarif parkir dapat diterapkan sesuai ketentuan resmi pemkot. Yakni, Rp1.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp2.000 untuk kendaraan roda empat. Sehingga, masyarakat tidak merasa keberatan membayar retribusi.

















