Kondisi Satu Korban Selamat Bus ALS Terus Membaik

Luka bakar dari yang tadinya 50 persen menjadi 15 persen
Bila proses pemulihannya terus membaik, pasien akan dipulangkan ke Jateng
Dana santunan 3 jenazah yang baru teridentifikasi segera diproses
Palembang, IDN Times - Kondisi terkini Ngadiono (44), korban selamat kecelakaan bus ALS dengan truk tangki di Muratara beberapa waktu lalu, terus menunjukkan perkembangan yang membaik.
Warga Jawa Tengah ini sedang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang sejak 8 Mei 2026, demi mendapat penanganan yang lebih intensif. Sementara sang istri, Jumiatun, meninggal pada Jumat lalu, 15 Mei 2026 setelah dirujuk ke RS Moh Hasan Palembang karena mengalami luka bakar lebih dari 50 persen.
1. Luka bakar dari yang tadinya 50 persen menjadi 15 persen

Plt Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumsel, AKBP dr Andrianto mengatakan, setelah menjalani beberapa kali operasi debridement, luka bakar yang membekas di tubuh Ngadiono sudah berkurang drastis dari 50 persen kini hanya 15 persen saja.
"Kondisi Ngadiono sudah semakin membaik dari yang tadinya luka bakar 50 persen menjadi 15 persen. Sudah bisa gerak sendiri seperti ke kamar mandi dan makan," ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
2. Bila proses pemulihannya terus membaik, pasien akan dipulangkan ke Jateng

Andrianto memastikan, dengan kondisi seperti itu jika tak ada lagi jaringan nekrotik yang masih ada pada tubuhnya maka artinya proses penyembuhan berjalan ke arah yang baik. Bila proses pemulihannya terus membaik, tidak menutup kemungkinan Ngadiono akan pulang ke kampung halamannya dalam waktu dekat.
"Kalau sudah kuat dan pasien terus membaik, dia akan kami pulangkan ke tempat asalnya di Pati, Jawa Tengah," ungkapnya.
3. Dana santunan tiga jenazah yang baru teridentifikasi segera diproses

Sementara itu, Kepala Bagian Operasional PT Jasa Raharja Kanwil Sumatera Selatan Rudi Elfis mengatakan pihaknya telah memberikan uang santunan kepada pihak keluarga 14 korban yang terlebih dahulu teridentifikasi. Sedangkan untuk tiga jenazah yang baru teridentifikasi, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait santunan.
"Pada rilis pertama itu ada 14 orang, semuanya dana santunnya sudah diserahkan ke pihak ahli waris yang meninggal dunia maksimal 50 juta. Terbaru setelah kami terima surat kematian, akan kami proses dana santunan ke pihak ahli warisnya sebesar 50 juta," ucapnya.
















