Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Terseret Ombak, Mahasiswa KKN ISI Padang Panjang Ditemukan Tewas

Kota Padang
Terseret Ombak, Mahasiswa KKN ISI Padang Panjang Ditemukan Tewas
Tim gabungan mengangkat jenazah korban yang ditemukan tewas (Foto: Basarnas Padang)

  • Mahasiswa ISI Padang Panjang, Riyan Eriandi, terseret ombak saat mandi bersama teman-temannya di Pantai Labuang Baruak, Batang Kapas, pada hari terakhir KKN.
  • Korban hanyut ketika gelombang laut cukup tinggi dan tak mampu menyelamatkan diri; warga serta rekan korban sempat mencari sebelum melapor kepada Basarnas.
  • Basarnas, TNI/Polri, dan masyarakat mengerahkan pencarian intensif. Setelah lima hari, korban ditemukan sekitar 1 mil laut dari lokasi, dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sumbar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Padang, IDN Times - Seorang mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang ditemukan tak bernyawa lantaran hanyut terseret ombak sejak Senin (19/8/2026) lalu.

Pemuda yang diketahui bernama Riyan Eriandi, hanyut terseret ombak saat merayakan hari terakhir Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan.

"Korban sudah ditemukan tadi dalam keadaan meninggal dunia oleh tim gabungan," kata Kepala Basarnas Padang, Abdul Malik, Sabtu (24/8/2026).

  1. 1. Hanyut saat mandi di pantai

    Tim gabungan mengangkat jenazah korban yang ditemukan tewas (Foto: Basarnas Padang)
    Tim gabungan mengangkat jenazah korban yang ditemukan tewas (Foto: Basarnas Padang)

    Abdul Malik mengatakan, korban diketahui hanyut pada tanggal 19 Agustus 2026 sekitar pukul 16.45 WIB saat ia mandi bersama teman-temannya di Pantai Labuang Baruak.

    "Korban terseret ombak dan tidak bisa menyelamatkan diri saat itu gelombang air laut juga cukup tinggi," katanya.

    Menurutnya, saat korban diketahui hanyut, warga sekitar dan teman-temannya berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. "Sayangnya korban tidak ditemukan dan warga melaporkan kepada kami untuk meminta bantuan melakukan pencarian," katanya.

  2. 2. Turunkan tim pencari

    Tim gabungan melakukan pencarian menggunakan perahu karet (Foto: Basarnas Padang)
    Tim gabungan melakukan pencarian menggunakan perahu karet (Foto: Basarnas Padang)

    Setelah mendapatkan laporan, Kantor SAR Padang langsung menurunkan tim untuk melakukan pencarian yang dibantu warga dan instansi lainnya. "Tim yang kami turunkan dari Basarnas sebanyak 19 orang yang terdiri dari tim KN Yudhistira dan tim pertolongan di Pesisir Selatan," katanya.

    Tim gabungan bersama TNI/Polri dan masyarakat melakukan pencarian di sekitar lokasi hingga ke tengah laut.

    "Hari pertama hingga kemarin hasilnya masih nihil. Tim langsung membentuk beberapa regu untuk melakukan pencarian lebih intensif," katanya.

  3. 3. Korban ditemukan setelah 5 hari hilang

    Tim gabungan mengangkat jenazah korban yang ditemukan tewas (Foto: Basarnas Padang)
    Tim gabungan mengangkat jenazah korban yang ditemukan tewas (Foto: Basarnas Padang)

    Pada Sabtu (22/8/2026), tim KN Yudhistira melakukan pencarian di area laut dan tim lainnya di beberapa titik yang dicurigai. "Sekitar pukul 11.00 WIB tadi korban berhasil ditemukan pada jarak kurang lebih 1 Nm dari lokasi kejadian dan tim langsung melakukan evakuasi," katanya.

    Usai melakukan evakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More