Ngaku Polisi dan Orang Pintar, Pria di Palembang Diduga Cabuli Kakak Beradik

SN dilaporkan ke Polrestabes Palembang atas dugaan pencabulan terhadap kakak beradik AG (27) dan AA (16), dengan mengaku sebagai polisi sekaligus orang pintar.
Korban mengikuti ritual mandi di rumah kontrakan setelah SN mengklaim dapat menghilangkan aura negatif dan memulihkan kesucian, menggunakan daun hijau serta minyak sayur.
Polrestabes Palembang membenarkan menerima laporan tersebut dan akan menyerahkannya kepada Unit PPA Satreskrim untuk penyelidikan lebih lanjut.
Palembang, IDN Times — Seorang pria berinisial SN dilaporkan ke Polrestabes Palembang atas dugaan pencabulan terhadap dua perempuan kakak beradik, AG (27) dan AA (16). Pelaku diduga mengaku sebagai anggota polisi sekaligus orang pintar untuk meyakinkan korban.
Aksi dugaan pencabulan itu disebut dilakukan dengan modus ritual mandi yang diklaim dapat menghilangkan pengaruh negatif dan mengembalikan kesucian korban.
1. Korban diajak ritual usai pulang dari Polrestabes

Ilustrasi pencabulan (IDN Times/Sukma Shanti) AG menuturkan, peristiwa itu terjadi di rumah kontrakannya di Jalan Telaga Swidak, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Menurutnya, SN dikenalkan oleh seorang teman sebagai anggota polisi yang bersedia membantu adiknya, AA, membuat laporan di Polrestabes Palembang terkait persoalan yang sedang dihadapi.
“Hari itu adik saya bersama dia pergi ke Polrestabes Palembang untuk membuat laporan polisi. Siangnya baru pulang ke rumah kontrakan,” ujar AG.
Setelah tiba di rumah, SN menyarankan keduanya menjalani ritual mandi. Ia mengklaim ritual tersebut dapat menghilangkan aura negatif dan memulihkan kesucian mereka.
2. Pelaku minta korban siapkan daun dan minyak

Ilustrasi Pencabulan. IDN Times/ istimewa Karena percaya pada pengakuan pelaku, kedua korban mengikuti instruksi tersebut. SN meminta mereka mencari daun berwarna hijau dan menyiapkan minyak sayur sebagai perlengkapan ritual.
“Dia menyuruh kami mencari daun hijau dan minyak sayur. Kami berdua mencari daunnya sampai dapat satu kantong,” kata AG.
AG mengatakan, adiknya menjadi orang pertama yang menjalani ritual. Dalam proses itu, SN menempelkan daun ke tubuh korban sambil menyiramkan air dan berulang kali mengucapkan doa. Korban menduga pelaku kemudian melakukan tindakan cabul.
Setelah itu, AG mengaku dirinya juga diminta menjalani ritual serupa dan mengalami dugaan pencabulan.
“Setelah adik, gantian saya yang dimandikan. Ternyata dia juga melakukan perbuatan cabul terhadap saya,” ungkapnya.
3. Polisi limpahkan laporan ke Unit PPA

Ilustrasi lapor polisi. (IDN Times/ Agung Sedana) Pamapta SPKT Polrestabes Palembang Ipda Rifki Syerif membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan pencabulan tersebut.
Menurut Rifki, kasus itu akan ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Laporan akan segera kami serahkan ke Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan,” ujarnya.


















