Dinilai Belum Berbahaya, Sumsel Tak Batasi Aktivitas Warga Saat Karhutla

- DLHP Sumsel menyatakan kualitas udara di sejumlah wilayah berada pada status peringatan, sehingga pemerintah belum membatasi aktivitas luar ruangan secara ekstrem.
- ISPU tertinggi tercatat di Ogan Ilir 166, PALI 127, dan Prabumulih 105; pembatasan aktivitas dipertimbangkan bila indeks mencapai kategori berbahaya, 301 atau lebih.
- Warga, terutama penderita asma, anak, dan lansia, diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan saat asap pekat, memakai masker, serta memperbanyak minum air putih.
Palembang, IDN Times - Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLH) Sumsel menilai aktivitas di luar ruangan di sejumlah wilayah masih dalam kategori peringatan dan belum masuk kondisi berbaya. Hal ini membuat pemerintah belum mengambil tindakan ekstrem untuk membatasi aktivitas masyarakat.
"Kalau berdasarkan data yang ada, kondisi saat ini sudah memasuki warning. Tapi memang belum sampai terlalu parah," ungkap Kabid Pengendalian Pencemaran DLHP Sumsel, Idrus Salam, Sabtu (22/8/2026).
1. Pembatasan dilakukan jika sentuh angka berbahaya

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI) Berdasar angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tertinggi hari ini berada di Ogan Ilir dengan angka 166, disusul Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 127, Prabumulih 105 atau kategori tidak sehat. Sedangkan untuk Kota Palembang hari ini masih dalam penghitungan disusul Musi Banyuasing diangka 94 dan Muara Enim 66 atau dalam indeks sedang.
Menurut Idrus, angka tersebut masih berada di bawah batas yang menjadi pertimbangan pemerintah untuk menerapkan penghentian aktivitas luar ruangan. Pembatasan baru dapat dipertimbangkan jika ISPU mencapai 301 atau lebih.
"Pembatasan aktivitas baru akan menjadi pertimbangan jika nilai ISPU sudah memasuki kategori berbahaya, yaitu mencapai 301 atau lebih," ungkap dia.
2. Warga tetap diimbau untuk waspada

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI) Meski belum ada pembatasan, DLHP Sumsel tetap meminta masyarakat mengantisipasi dampak paparan asap. Imbauan terutama ditujukan kepada kelompok rentan serta warga yang memiliki gangguan pada saluran pernapasan.
Kabut asap yang muncul pada waktu tertentu membuat masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker juga dianjurkan ketika kondisi asap mulai semakin pekat.
Idrus secara khusus meminta warga yang memiliki penyakit asma lebih berhati-hati karena paparan asap dapat memperburuk kondisi kesehatan. "Untuk masyarakat yang sudah ada penyakit asma, itu lebih baik menghindari aktivitas di luar rumah agar nanti tidak mengakibatkan kesehatan terganggu," jelasnya.
3. Beberapa wilayah masuk kategori daerah tidak sehat

Kondisi kabut asap menyelimuti perairan Sungai Musi kota Palembang, Rabu 12 Agustus 2026. ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Selatan mengingatkan masyarakat untuk mulai menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Imbauan ini disampaikan menyusul menurunnya kualitas udara di sejumlah daerah akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beberapa waktu terakhir.
"Menghadapi kondisi udara yang tidak sehat, kami mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah dan perbanyak minum air putih," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogahtriyah, Selasa (18/8/2026).
Ira menambahkan, kondisi udara yang buruk dapat menyebabkan terjadinya Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terkhusus mereka yang merupakan kelompok rentan seperti anak dan lansia. Kedua kelompok tersebut dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat.
Menurutnya, kualitas udara di Sumsel saat ini menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), beberapa wilayah telah mencatat angka di atas 100 yang masuk kategori tidak sehat.
"Kita tahu pada bulan Agustus ini indeks standar pencemaran udara sudah di atas 100. Pada rentang nilai tersebut dikatakan tidak sehat," ujarnya.















