Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tak Ramah Balita dan Lansia, ISPU Palembang dan PALI Masih Berbahaya
Kondisi kabut asap yang melanda kota Palembang menutup ikon kota Jembatan Ampera (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Palembang dan PALI mencatat kualitas udara kategori berbahaya pada Sabtu pagi, dengan konsentrasi PM2,5 masing-masing 380 dan 405 mikrogram per meter kubik.

  • Prabumulih serta Musi Rawas berada pada kategori sangat tidak sehat, dengan konsentrasi PM2,5 masing-masing mencapai 207 dan 220 mikrogram per meter kubik.

  • Ogan Ilir, Musi Banyuasin, dan Lahat masuk kategori tidak sehat, sementara Muara Enim tercatat berkualitas udara sedang berdasarkan laporan ISPU DLH Sumsel.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) masih berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya, Sabtu (24/10/2026) pagi. Berdasarkan laporan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumsel, Palembang dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masuk kategori berbahaya.

Konsentrasi PM2,5 di Palembang tercatat sebesar 380 mikrogram per meter kubik, sedangkan di PALI mencapai 405. Selain kedua wilayah tersebut, Prabumulih dan Musi Rawas juga mencatat kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat.

Berikut kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Sumsel yang dirangkum IDN Times berdasarkan laporan ISPU pada Sabtu pagi:

1. Palembang dan PALI masuk kategori berbahaya

Kondisi kabut asap yang melanda kota Palembang menutup ikon kota Jembatan Ampera (IDN Times/Rangga Erfizal)

Palembang mencatat konsentrasi PM2,5 mencapai 380 mikrogram per meter kubik. Berdasarkan laporan tersebut, kualitas udara di ibu kota Sumsel ini masuk kategori berbahaya.

Kondisi serupa tercatat di PALI. Konsentrasi PM2,5 di wilayah tersebut mencapai 405 mikrogram per meter kubik. Artinya kualitas udara PALI juga masuk kategori berbahaya.

2. Prabumulih dan Musi Rawas sangat tidak sehat

Kondisi kabut asap di Palembang pagi ini (IDN Times/Rangga Erfizal)

Selain Palembang dan PALI, kualitas udara di Prabumulih dan Musi Rawas berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Di Prabumulih, konsentrasi PM2,5 tercatat sebesar 207 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, di Musi Rawas angkanya mencapai 220 mikrogram per meter kubik.

3. Ogan Ilir, Musi Banyuasin, dan Lahat tidak sehat

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Kualitas udara di Ogan Ilir, Musi Banyuasin, dan Lahat masuk kategori tidak sehat.

Konsentrasi PM2,5 di Ogan Ilir tercatat sebesar mikrogram per meter kubik. Musi Banyuasin mencatat angka mikrogram per meter kubik, sedangkan di Lahat mencapai mikrogram per meter kubik.

4. Muara Enim masuk kategori sedang

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Berbeda dengan sejumlah wilayah lainnya, kualitas udara di Muara Enim berada dalam kategori sedang. Konsentrasi PM2,5 di wilayah tersebut tercatat sebesar mikrogram per meter kubik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article