Sumsel Perkuat Hilirisasi Komoditas Topang Pertumbuhan Investasi 2026

Pemprov Sumatra Selatan memperkuat hilirisasi kelapa sawit dan ikan patin untuk menopang investasi 2026, menciptakan nilai tambah, serta membuka lapangan kerja.
Realisasi investasi Sumsel hingga kuartal III 2026 mencapai Rp46,54 triliun, melampaui target RPJMD Rp44,64 triliun atau 104,28 persen.
Sumsel menawarkan empat proyek hilirisasi senilai gabungan 76 juta dolar AS di Banyuasin, Ogan Ilir, dan OKI, dengan estimasi ROI 17,7-42 persen.
Palembang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan menggenjot penguatan hilirisasi komoditas unggulan hingga akhir tahun sebagai upaya menopang pertumbuhan investasi sepanjang 2026. Sejumlah komoditas itu meliputi pengolahan kelapa sawit dan komoditas perikanan jenis ikan patin.
"Investasi bukan hanya bicara besaran modal masuk ke Sumsel, tetapi bagaimana investasi bisa menciptakan nilai tambah dan memperkuat hilirisasi komoditas unggulan," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel, Lusapta Yudha, dikutip Kamis (5/11/2026).
1. Realisasi investasi Sumsel melebihi target

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai indikator pergerakan pasar saham Indonesia. (Sumber: https://www.megasyariah.co.id/id/artikel/edukasi-tips/investasi-syariah/apa-itu-ihsg) Dia menyampaikan, realisasi pertumbuhan investasi Sumsel hingga kuartal III tahun 2026 telah mencapai Rp46,54 triliun atau sudah melebihi target di angka 104,28 persen dari penetapan sebelumnya di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026 sebesar Rp44,64 triliun.
"Penguatan investasi di wilayah tersebut bisa menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan pekerjaan yang pada akhirnya menyejahterakan masyarakat," kata dia.
2. Sumsel lakukan penjajakan kerjasama negara lain

ilustrasi investasi (Pexels.com/DΛVΞ GΛRCIΛ) Lebih lanjut, Lusapta mengatakan, pertumbuhan investasi Sumsel yang telah melampaui target juga ditopang oleh sejumlah penguatan investasi mulai dari pembentukan task force investasi, peningkatan kualitas penyiapan proyek, perluasan promosi dan penjajakan kerja sama dengan sejumlah negara.
"Kami berharap proyek-proyek yang telah disiapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kemitraan konkret dengan calon investor," jelasnya.
3. Proyek investasi Sumsel tersebar di 4 wilayah

ilustrasi investasi (pexels.com/iam GOR) Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan bahwa Sumsel saat ini fokus menawarkan 4 proyek hilirisasi komoditas unggulan kepada investor dengan kebutuhan investasi gabungan mencapai 76 juta dolar AS.
Proyek itu mencakup pengolahan kelapa, ikan patin, sapi potong, dan budidaya udang vaname tersebut memiliki estimasi tingkat pengembalian investasi atau return on investment (ROI) sebesar 17,7 persen hingga 42 persen.
"Keempat proyek ini tersebar di Banyuasin, Ogan Ilir dan Ogan OKI," kata dia.
4. Targetkan pertumbuhan investasi konsisten di angka 8 persen hingga 2045

ilustrasi investasi, saham, dividen, passive income, penghasilan pasif (vecteezy.com/Asih Wahyuni) Sementara pengembangan industri pengolahan tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal yang selama ini sebagian masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Saat ini, lanjut Bambang, hilirisasi menjadi salah satu agenda penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan energi.
"Nilai tambah menjadi penting kalau kita ingin mencapai pertumbuhan yang ditargetkan. Pada 2045, target Sumsel sebesar 8 persen, maka perlu upaya hilirisasi," jelas dia.




















