Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sepekan Harga Emas Palembang Stagnan Rp10 Jutaan, Apa Penyebabnya?

Sepekan Harga Emas Palembang Stagnan Rp10 Jutaan, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi investasi emas (Pixabay)
Intinya Sih

  • Harga emas Palembang stagnan dalam sepekan di kisaran Rp10,3-10,45 juta per suku atau 6,7 gram.

  • Kondisi ekonomi dunia dan faktor permintaan di pasaran memengaruhi stabilitas harga emas. Harga emas berpotensi melandai atau cenderung menurun.

  • Harga emas yang stabil dipengaruhi oleh perang dagang antar negara raksasa seperti AS dan Tiongkok serta nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang merosot.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Harga emas Palembang dalam sepekan tak bergerak naik ataupun turun. Terpantau harga emas perhiasan seminggu belakang stagnan di kisaran Rp10,3-10,45 juta per suku atau 6,7 gram. Harga variatif tersebut dijual di beberapa toko. Yakni Toko Emas Makmur Jaya, Toko Anda, Toko Laris dan E-Mi Gold Plaju.

Menurut Pengamat Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri) Soekanto Sairuki, stabilitas harga emas perhiasan bisa dipengaruhi inflasi ekonomi dunia dan faktor permintaan di pasaran. Harga emas naik bila permintaan tinggi dan sebaliknya. Namun meski harga emas turun ekonomi daerah tetap berpotensi dampak inflasi global.

1. FOMO Investasi emas picu harga naik

Ilustrasi emas. pexels.com
Ilustrasi emas. pexels.com

Secara umum, harga emas tak goyah karena beberapa faktor utama saling terkait. Kondisi yang paling sering terjadi disebabkan kondisi ekonomi dunia, kebijakan bank sentra serta pengaruh permintaan pasar. Sementara melihat ketidakpastian geopolitik, harga emas berpotensi melandai atau cenderung menurun.

Sehingga lanjut Soekanto Sairuki upaya penting menjaga harga emas tak melonjak signifikan, adalah dengan tetap tenang menghadapi perang harga dan masyarakat tidak perlu terburu-buru membeli emas. Apalagi membeli emas karena tren bukan investasi alias ikut-ikutan atau FOMO.

"Masyarakat membeli emas hanya untuk 'ikut-ikutan' bisa menyebabkan harga emas terus melambung dengan kenaikan tinggi," katanya.

2. Harga emas yang stabil potensi melandai

ilustrasi emas (Pexels/Michael Steinberg)
ilustrasi emas (Pexels/Michael Steinberg)

Kemudian lanjut dia, harga emas yang bergerak stabil secara ekonomi global biasanya karena perang dagang antar negara raksasa seperti Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mereda. Kondisi itu karena kedua negara belum menetapkan kebijakan-kebijakan baru yang kontroversial.

Namun berdasarkan laman anekalogam, harga emas yang stabil memiliki potensi kembali turun. Penurunan harga disebabkan karena ekonomu dunia tak bergerak dan ketegangan negara raksasa melandai sesaat.

3. Nilai tukar rupiah memengaruhi harga emas

Emas Palembang
Emas Palembang (IDN Times/Hafidz Trijatnika)

Pemilik Toko Emas Makmur Jaya Palembang Awi menambahkan, secara umum ada tiga faktor yang memengaruhi harga emas naik di pasaran. Utamanya, karena nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS merosot.

"Kondisi itu membuat ekonomi negara berada dalam tren negatif karena inflasi kian melonjak. Nilai tukar rupiah menurun, imbasnya harga emas naik," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More