Ribuan Hektar Lahan Pertanian di Sumbar Rusak, Bagaimana Pemulihannya?

- Kerusakan lahan pertanian di Sumbar mencapai 6.451 hektar, dengan tingkat kerusakan ringan, sedang, dan berat akibat bencana banjir dan longsor.
- Penanganan lahan pertanian yang rusak dilakukan secara bertahap, dimulai dari lahan yang rusak ringan untuk memungkinkan petani kembali berkegiatan.
- Rehabilitasi lahan pertanian di Sumbar telah dilakukan oleh Kementerian Pertanian di beberapa wilayah untuk pemulihan lahan masyarakat yang terdampak bencana.
Padang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mencatat kerusakan lahan pertanian akibat bencana ekologi yang melanda daerah tersebut pada November 2025 lalu mencapai ribuan hektar.
"Untuk total lahan pertanian yang rusak akibat bencana kemarin itu mencapai 6.451 hektar yang tersebar di 16 Kabupaten/Kota yang ada di Sumatra Barat," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbar, Arry Yuswandi.
Menurutnya, beberapa langkah telah dilakukan untuk penanganan lahan pertanian yang mengalami kerusakan tersebut agar bisa kembali produktif seperti biasanya.
1. Kerusakan lahan pertanian di Sumbar

Arry menyatakan, dari 6.451 hektar lahan pertanian yang rusak tersebut ada yang mengalami rusak ringan, sedang hingga rusak berat. Kerusakan tersebut menurutnya harus segera ditangani.
"Lahan pertanian yang mengalami kerusakan berat setelah dilanda bencana banjir, longsor dan banjir bandang itu tercatat seluas 2.827 hektar," katanya.
Sementara, untuk lahan seluas 2.802 hektar menurut Arry mengalami rusak ringan dan lahan pertanian seluas 822 hektar mengalami rusak sedang.
2. Bagaimana penanganan lahan pertanian yang rusak?

Arry mengatakan, untuk penanganan lahan pertanian yang rusak tersebut tidak langsung keseluruhannya untuk dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi. Tetapi, pemerintah akan melakukannya secara bertahap.
"Tahap awal ini, kita mulai penanganan untuk lahan yang rusak ringan dulu setelah itu baru yang rusak sedang dan selanjutnya nanti akan dilakukan rehabilitasi untuk lahan yang rusak berat," katanya.
Menurutnya, dengan penanganan lahan yang rusak ringan terlebih dahulu, maka petani akan bisa kembali berkegiatan untuk mengolah lahannya untuk menghasilkan berbagai macam produk.
3. Rehabilitasi lahan pertanian di Sumbar

Arry mengatakan, untuk rehabilitasi lahan pertanian di Sumbar telah dilakukan oleh Kementerian Pertanian di beberapa wilayah seperti Kabupaten Solok, Agam, Padang Pariaman dan beberapa wilayah lainnya.
"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dalam melakukan pemulihan terhadap lahan masyarakat yang terdampak bencana," katanya.


















