Korban Bencana di Sumbar Dapat Bantuan Stimulan Rp5,28 Miliar

- BNPB menyalurkan bantuan stimulan tahap kedua bagi korban bencana di Sumatra Barat, mencakup 19 kabupaten/kota di tiga provinsi dengan fokus pada perbaikan rumah rusak ringan dan sedang.
- Di Sumbar, bantuan diberikan kepada 126 KK di Tanah Datar senilai Rp2,865 miliar dan 103 KK di Pesisir Selatan senilai Rp2,415 miliar sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap pemulihan.
- BNPB memastikan tidak ada lagi warga tinggal di tenda pengungsian; sebagian sudah menempati hunian sementara atau menerima Dana Tunggu Hunian sambil menunggu pembangunan hunian tetap.
Padang, IDN Times - Warga yang menjadi korban bencana alam pada November 2025 lalu di Sumatra Barat akhirnya mendapatkan bantuan stimulan untuk perbaikan rumah rusak.
Bantuan tersebut langsung diserahkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, yang datang ke Sumatra Barat pada Selasa (3/3/2026).
“Ini merupakan tahap kedua penyaluran bantuan. Tahap pertama telah dilaksanakan secara serentak di 25 kabupaten/kota di Sumbar, Sumut dan Aceh pada Februari lalu. Saat ini, bantuan disalurkan kepada 19 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut,” katanya.
1. Warga di Tanah Datar dan Pesisir Selatan dapat bantuan

Suharyanto mengatakan, untuk di Sumatra Barat, penerima bantuan tersebut berasal dari dua daerah, yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pesisir Selatan dengan total bantuan Rp5,28 miliar.
"Untuk Kabupaten Tanah Datar, bantuan diberikan kepada 126 kepala keluarga (KK) penerima, dengan nilai bantuan sebesar Rp2,865 miliar," katanya.
Sementara, untuk warga di Kabupaten Pesisir Selatan, bantuan diberikan kepada 103 KK dengan nilai bantuan total mencapai angka Rp2,415 miliar.
"Dengan penyerahan bantuan kali ini, 14 kabupaten/kota terdampak di Sumatra Barat telah menerima bantuan stimulan untuk rumah rusak kategori ringan dan sedang," katanya.
Menurutnya, bantuan yang diberikan tersebut bukan merupakan bantuan terakhir dari pemerintah. Akan ada beberapa bantuan lainnya yang nantinya akan diberikan lagi.
"Apabila nanti ada penambahan data yang diajukan, kami akan salurkan pada tahap berikutnya. Ini adalah bentuk komitmen dan tanggung jawab pemerintah,” katanya.
2. Bantuan untuk korban rumah rusak berat

Sementara itu, bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, Suharyanto mengatakan bahwa penanganan dilakukan melalui skema pembangunan hunian sementara (Huntara) serta pemberian dana tunggu hunian (DTH).
"Untuk fokus penanganan saat ini di Sumatra Barat adalah pembangunan hunian tetap (Huntap). Beberapa kabupaten/kota telah membangun Huntap secara terpusat dengan kerja sama berbagai lembaga dan kementerian," katanya.
Suharyanto mengatakan bahwa Huntap in situ atau yang dibangun di lokasi rumah lama yang sudah rusak berat nantinya akan ditangani langsung oleh BNPB.
“Pembangunan ini tidak menunggu Huntara selesai sepenuhnya, melainkan berjalan paralel. Masyarakat yang telah mengajukan lahan dapat segera dibangunkan hunian tetap,” katanya.
3. Tidak ada lagi warga yang tinggal di pengungsian

Suharyanto mengklaim bahwa sampai saat ini sudah tidak ada lagi korban bencana di Sumatra Barat yang tinggal di tenda pengungsian yang telah didirikan oleh pemerintah.
"Semuanya telah menempati Huntara yang sudah dibangun selama ini dan tidak ada lagi yang tinggal di tenda-tenda pengungsian yang didirikan," katanya.
Selain tinggal di Huntara, para korban bencana di Sumbar menurutnya juga ada yang tinggal bersama keluarga atau saudaranya yang rumahnya berada di lokasi yang lebih aman.
"Untuk mereka yang tidak tinggal di Huntara diberikan bantuan berupa Dana Tunggu Hunian yang juga sudah diberikan kepada masing-masing warga," katanya.

















