Harga Emas Palembang Melejit Naik Rp400 Ribu Sesuku, Efek Perang Iran

- Harga emas perhiasan di Palembang melonjak hingga Rp400 ribu per suku akibat dampak perang Iran, dengan kisaran harga mencapai lebih dari Rp16 juta di berbagai toko.
- Kementerian Perdagangan mencatat kenaikan Harga Patokan Ekspor dan harga referensi emas global, dipicu ketegangan geopolitik yang meningkatkan permintaan dari bank sentral dunia.
- Pengamat menilai emas tetap menjadi instrumen investasi aman di tengah konflik dan ketidakpastian ekonomi global, memperkuat posisinya sebagai aset safe haven bagi investor.
Palembang, IDN Times - Harga emas perhiasan Palembang mengalami kenaikan signifikan akibat efek perang AS-Israel dengan Iran. Pantauan IDN Times, harga emas naik Rp400 ribu per suku setara 6,7 gram di sejumlah toko perhiasan. Terpantau pada 2 Maret, harga menjadi Rp16 jutaan dari sebelumnya stagnan Rp15 juta.
Berdasarkan rincian harga emas perhiasan, hari ini harga emas di Toko Anda sebesar Rp16 juta per suku, Toko E-Mi Gold Plaju Rp16,1 juta sesuku, Toko Laris Rp16,4 juta per suku, dan di Toko Mulia Gold PTC Mall sudah lebih dari Rp16,5 juta.
1. Perang Iran juga berdampak pada kenaikan HPE

Berdasarkan siaran pers yang dirilis Kementerian Perdagangan (Kemendag), peran Iran juga memengaruhi penguatan harga patokan ekspor (HPE) emas pada periode Maret 2026. Nilai HPE berdampak terhadap gejolak pembelian emas oleh sejumlah bank sentral global.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan, HPE emas meningkat dari 159.475,43 dolar AS per kilogram menjadi 161.568,53 dolar AS per kilogram.
Bahkan katanya, harga referensi (HR) emas juga naik dari 4.960,24 dolar AS per troy ounce (t oz) menjadi 5.025,35 dolar AS per troy ounce.
2. Prediksi lonjakan harga emas secara gap up

Sementara dilansir dari CNBC, pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi menyampaikan, pergerakan harga emas yang menunjukkan tanda panah ke atas disebabkan oleh adanya serangan masif AS dan Israel ke Iran. Akibat perang itu, kini peta ekonomi berada dalam ketidakpastian global.
Bahkan, pernyataan Trump mengenai meninggalnya pemimpin ulama di Iran menjadi sinyal kuat bahwa peperangan tidak akan mereda dalam waktu dekat.
Ibrahim menambahkan, aksi balasan Iran terhadap pangkalan militer AS dan wilayah Israel memperbesar peluang terjadinya konflik berkepanjangan. Apabila perang terus meletup, baik jangka pendek maupun jangka menengah, kondisi ini mendorong situasi chaos dan diprediksi akan berdampak pada pembukaan pasar pagi hari.
"Proyeksi instrumen emas bakal terjadi lonjakan harga yang signifikan atau gap up," katanya.
3. Emas masih diyakini sebagai instrumen paling aman untuk investasi

Secara keamanan, emas memang dikenal paling aman sebagai alat investasi. Memiliki sifat safe haven, emas masih menjadi instrumen andalan para investor untuk menyimpan aset dan harta mereka.
Akibat keyakinan itu, harga emas dunia pun tak terbendung. Animo bank sentral yang memuncak mengamankan keuangan melalui emas berdampak terhadap harga serta ketersediaan stok global.
Menurut pengamat ekonomi Sumatra Selatan, Sri Rahayu, investasi emas perhiasan atau batangan memiliki nilai masing-masing. Meski bereda pangsa pasar, emas masih diyakini menjadi barang investasi paling aman atau safe haven hingga masa pensiun.
"Mau investasi emas perhiasan atau batangan, sama saja. Keduanya punya prospek menjanjikan. Emas tidak terdampak inflasi," katanya.


















