Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Respons Unsri Soal Hapus Jurusan yang Tak Relavan dengan Industri
Rektor Unsri Taufik Marwa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

  • Kemdiktisaintek berencana menghapus jurusan yang dianggap tidak relevan dengan industri, dan Unsri menyatakan akan menyesuaikan secara dinamis sesuai regulasi serta kebutuhan zaman.
  • Unsri membatasi penerimaan mahasiswa baru di beberapa jurusan, terutama FISIP, bukan karena ketidakrelevanan, tetapi karena keterbatasan jumlah dosen dibandingkan rasio mahasiswa.
  • Rektor Unsri menegaskan belum ada jurusan yang dianggap tidak relevan dengan industri, namun kampus terus melakukan evaluasi kurikulum secara berkala agar tetap sesuai kebutuhan kerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi merencanakan penghapusan jurusan di perguruan tinggi negeri yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri, termasuk bidang ilmu sosial dan pendidikan.
  • Who?
    Rektor Universitas Sriwijaya, Profesor Taufik Marwa, memberikan tanggapan atas rencana Kemdiktisaintek tersebut dan menjelaskan posisi kampus terhadap kebijakan penataan ulang jurusan.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di lingkungan Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, Sumatera Selatan.
  • When?
    Pernyataan resmi disampaikan pada Senin, 25 Mei 2026.
  • Why?
    Kebijakan dirancang agar lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri serta meningkatkan daya serap tenaga kerja dari alumni universitas.
  • How?
    Unsri menanggapi secara dinamis dengan tetap melakukan evaluasi berkala terhadap kurikulum setiap semester dan membatasi penerimaan mahasiswa di beberapa jurusan karena rasio dosen yang belum seimbang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah mau hapus jurusan kuliah yang katanya tidak cocok buat kerja di pabrik atau kantor. Unsri bilang mereka bisa ikut aturan itu tapi tidak bisa langsung, harus pelan-pelan dan lihat aturannya dulu. Rektornya namanya Pak Taufik, dia bilang tujuan ini bagus supaya anak kuliah bisa siap kerja. Sekarang Unsri belum hapus jurusan apa pun, cuma ada pembatasan masuk di beberapa jurusan karena dosennya belum cukup banyak. Mereka tetap yakin semua jurusan masih penting dan akan terus diperiksa tiap tahun supaya sesuai zaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) merencanakan penghapusan jurusan yang dianggap tak relevan dalam industri di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Salah satunya adalah bidang ilmu sosial dan pendidikan.

Menanggapi hal itu, Universitas Sriwijaya (Unsri) tak menutup kemungkinan untuk mengikuti kebijakan secara dinamis. Namun secara realita, penutupan ataupun penambahan tiap program studi, jurusan dan fakultas yang ada di kampus tidak bisa langsung direalisasikan secara teknis. Sebab butuh dasar dan regulasi yang sesuai dengan perkembangan.

"Namanya pendidikan tinggi, itu (rencana hapus jurusan tak relevan) dinamis. Jadi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Jadi memang, kita diarahkan ke situ (penataan ulang jurusan) agar mengikuti tagline kementerian dan juga visi-visi kementerian," ujar Rektor Unsri, Profesor Taufik Marwa, Senin (25/5/2026).

1. Unsri berusaha lulusan dapat peluang sesuai kebutuhan

Universitas Sriwijaya (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dia menyampaikan tujuan Kemdiktisaintek dalam menata dan mengatur ulang jurusan yang dianggap tak relevan dengan dunia industri sebenarnya berdampak positif. Tujuannya, agar lulusan perguruan tinggi bisa sejalan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

Tetapi selain dari rencana penghapusan jurusan, fokus perguruan tinggi adalah membangun serta menciptakan lulusan masing-masing agar dapat bermanfaat di dunia kerja.

"Poinnya adalah bahwa diharapkan perguruan tinggi itu berdampak. Artinya, perusahaan bisa mengambil alumni terbaik dari masing-masing perguruan tinggi, termasuk juga Universitas Sriwijaya. Kampus berusaha agar para alumninya sesuai dengan kebutuhan," kata dia.

2. Unsri kini batasi penerimaan mahasiswa baru

Suasana di kampus Unsri Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menyoal apakah Unsri akan menghapus program studi atau jurusan yang dianggap tak relevan dengan industri, sementara pihak kampus masih fokus pada penerimaan mahasiswa baru, termasuk jalur mandiri.

Tetapi berdasarkan informasi terkini, Unsri telah membatasi penerimaan mahasiswa baru di beberapa jurusan. Salah satunya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Alasan pembatasan dilakukan bukan karena tak relevan. Tetapi karena jumlah tenaga pengajar atau dosen yang tak sebanding dengan jumlah serta rasio mahasiswa yang mendaftar.

3. Dalam dunia perguruan tinggi bisa mengalami perubahan

Universitas Sriwijaya (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Namun, secara umum, lanjut Taufik, sejauh ini Universitas Sriwijaya belum merasa ada jurusan yang tidak sejalan dengan kebutuhan industri. Kampus yakin mahasiswa lulusan perguruan tinggi negeri bisa memberikan peluang kerja yang lebih baik.

"Sampai saat ini kita masih belum (penghapusan jurusan). Kita merasakan saat ini masih dengan kode yang ada. Kita bisa melayani. Kita bisa memiliki kebutuhan," jelas dia.

Taufik optimistis, dalam dunia pendidikan setiap tahun bahkan tiap semester di lingkungan kampus menghasilkan pembelajaran maupun kurikulum terbaik. Sebab Unsri selalu melakukan evaluasi terhadap lulusan-lulusan mahasiswa.

"Kita berusaha (tidak menghapus); kita tidak bisa juga langsung bicara, oh ini (jurusan) relevan, oh ini tidak ya. Memang di dalam pendidikan tinggi itu, secara garis besar, bisa berubah. Evaluasi tiap 8 semester, tiap 4 tahun. Kita bisa disesuaikan tiap semester," kata Taufik.

Editorial Team

Related Article