Respons IDAI Sumsel Soal Viral Totok Sirih Palembang: Kita Ingatkan Saja

- IDAI Sumsel menanggapi video viral pengobatan totok sirih Palembang dengan mengunjungi lokasi dan mengingatkan pentingnya tata cara pelayanan anak yang penuh kasih.
- Ketua IDAI Sumsel menyebut tidak ditemukan unsur kekerasan dalam praktik pijat totok sirih, meski video yang beredar menimbulkan kesan negatif di publik.
- Pemilik Rumah Sirih Palembang menjelaskan video diunggah orang tua pasien karena melihat perubahan positif pada anak, namun kemudian menuai komentar negatif di media sosial.
Palembang, IDN Times - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatra Selatan, Juliuz Anzar, merespons soal video viral pengobatan totok sirih Palembang. Dirinya menyebut, tim dari IDAI telah datang ke lokasi pengobatan alternatif setelah video ramai diperbincangkan publik.
Dalam pertemuan, IDAI turut mengingatkan pentingnya tata cara mengobati pasien, khususnya anak dan balita.
“Kita silaturahim dengan Rumah Sirih, mengingatkan pentingnya memperhatikan tata cara melayani anak dengan kasih sayang. Itu saja," ujarnya, Senin (27/4/2026).
1. Sebut pasien berupaya sembuh lewat pengobatan alternatif

Namun, ketika dikonfirmasi mengenai penilaian dari sisi medis, Julis tak menerangkan secara detail efek kesehatan dari refleksi totok sirih. Dia hanya menyampaikan bahwa seluruh upaya kesehatan dilakukan oleh orang tua pasien terkait untuk tujuan kondisi anak yang lebih baik.
“Setiap upaya kan untuk kesehatan anak,”ujarnya.
2. Sebut kehebohan bermula karena publik menilai pengobatan dilakukan kasar

Dalam pertemuan, lanjut Julius, IDAI Sumsel tak mendapati adanya kekerasan saat refleksi pijat totok sirih terhadap pasien anak. Namun, video pemijatan yang tersebar di media sosial menimbulkan spekulasi negatif seolah-olah terjadi kekerasan.
“Iya, heboh karena di video seolah-olah pijatnya kasar," kata dia.
3. Pemilik Rumah Sirih Palembang beri klarifikasi

Diketahui sebelumnya, pihak Rumah Sirih Palembang juga turut mengklarifikasi soal polemik praktik pengobatan alternatif mereka setelah viral di media sosial setelah diunggah oleh orang tua pasien. Menurut Ferizka Utami, Pemilik Rumah Sirih Palembang, orang tua pasien mengunggah video setelah merasa anaknya mengalami perubahan positif.
“Pasien yang mengunggah sendiri karena merasa anaknya mengalami perubahan positif kesembuhan setelah menjalani pengobatan rutin. Namun, video itu kemudian disertai komentar negatif dari pihak yang tidak mengetahui kondisi sebenarnya,” ujar Ferizka dalam keterangan tertulis melalui kuasa hukumnya, A Rilo Budi, yang diterima 26 April 2026.

















