Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga Pertamax Naik Drastis, Warga Padang Beralih Pertalite

Harga Pertamax Naik Drastis, Warga Padang Beralih Pertalite
Para pengendara sepeda motor mengantri untuk mengisi bensin di SPBU. (iStock/Marwanto -)
Intinya Sih
  • Harga Pertamax di Sumatra Barat naik dari Rp12.600 menjadi Rp17.000 per liter, membuat banyak warga Padang beralih menggunakan Pertalite yang lebih terjangkau.
  • Warga mengaku antrean untuk mendapatkan Pertalite meningkat hingga sekitar 40 menit, terutama bagi pengguna sepeda motor setelah kenaikan harga Pertamax.
  • Pihak Pertamina memastikan antrean masih tergolong normal dan stok Pertalite di Sumatra Barat aman dengan pasokan tambahan sekitar 24 ribu kiloliter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Padang, IDN Times - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dari Rp12.600 menjadi Rp17.000 di Sumatra Barat membuat masyarakat memilih beralih menggunakan Pertalite.

Kebanyakan masyarakat memilih untuk tidak mengonsumsi Pertamax karena perbedaan harga yang cukup tinggi antara BBM subsidi dengan non subsidi.

"Dulu saya memilih Pertamax karena selisih harganya terlalu tinggi. Tapi sekarang dengan kenaikan ini cukup tinggi makanya saya beralih," kata salah seorang warga Kota Padang, Panji, Kamis (11/6/2026).

1. Antrean sampai 40 menit

Antrean di SPBU Gunung Guntur berangsur normal setelah pasokan Pertamax mulai masuk sejak Selasa sore (20/5/2025) . (IDN Times/Erik Alfian)
Antrean di SPBU Gunung Guntur berangsur normal setelah pasokan Pertamax mulai masuk sejak Selasa sore (20/5/2025) . (IDN Times/Erik Alfian)

Panji mengatakan, untuk bisa mendapatkan BBM jenis Pertalite setelah kenaikan harga Pertamax, ia harus mengantre kurang lebih 40 menit.

"Saya tadi mengantre pertalite untuk sepeda motor. Kalau untuk mobil sepertinya antreannya tidak terlalu panjang juga," katanya.

Menurutnya, untuk antrean sepeda motor di jalur Pertalite jauh lebih panjang dibanding biasanya. Kebanyakan masyarakat memilih untuk mengisi BBM subsidi tersebut ketimbang Pertamax.

"Biasanya saya mengisi Pertamax untuk mengefisiensi waktu. Biasanya antreannya tidak terlalu panjang. Tapi, karena kenaikan harga sejak kemarin saya lebih memilih mengantre Pertalite saja," katanya.

2. Pertamina sebut antrean masih normal

Sales Area Manajer Pertamina Patra Niaga Sumbar, Fakhri Rizwl Hasibuan (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Sales Area Manajer Pertamina Patra Niaga Sumbar, Fakhri Rizwl Hasibuan (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Sales Area Manajer (SAM) Pertamina Patra Niaga, Fachri Rizal mengatakan dari pantauannya, antrean BBM untuk Pertalite sampai saat ini masih tergolong normal.

"Kalau kenaikan konsumsi Pertalite atas kenaikan harga Pertamax ini mungkin saja terjadi nantinya. Tapi tentunya untuk itu kita harus lihat dulu dalam beberapa hari kedepan," katanya.

Fachri mengatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi agar tidak terjadi kelangkaan terhadap Pertalite kedepannya di Sumatra Barat usai kenaikan harga tersebut.

3. Stok Pertalite Sumbar diklaim aman

Para pengendara sepeda motor mengantri untuk mengisi bensin di SPBU. (iStock/Marwanto -)
Para pengendara sepeda motor mengantri untuk mengisi bensin di SPBU. (iStock/Marwanto -)

Fachri mengatakan, untuk stok Pertalite di Sumatra Barat saat ini masih tergolong aman dan mencukupi untuk masyarakat di Sumatra Barat secara keseluruhan.

"Untuk stok Pertamax dan Pertalite di Sumatra Barat saat ini masih sangat aman sekali. Karena saat ini masih ada kapal kita yang floating dan akan melakukan pembongkaran BBM," katanya.

Jika BBM tersebut nantinya dibongkar dari kapal, maka Sumatra Barat akan mendapatkan stok sebesar 24 ribu Kiloliter yang akan ditempatkan di Bungus Teluk Kabung.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Sumatera Selatan

See More