Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rentetan Pertikaian Maut di SPBU Sumsel Akibat Antrean Solar yang Panjang
Lokasi dugaan penusukan terhadap sopir truk di Palembang (Dok: Polrestabes Palembang)
  • Dalam setahun terakhir, tiga insiden maut terjadi di SPBU Sumsel akibat antrean panjang Bio Solar subsidi yang memicu pertikaian antar sopir dan petugas.
  • Kasus pertama terjadi Oktober 2025 di Banyuasin, saat seorang sopir ditembak karena dugaan serobot antrean solar hingga tewas di tempat.
  • Insiden berikutnya pada April dan Juni 2026 di Palembang menewaskan dua sopir truk setelah cekcok saat mengantre Bio Solar, menegaskan seriusnya persoalan distribusi BBM subsidi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Rentetan kekerasan akibat panjangnya antrean BBM subsidi jenis Bio Solar kembali terjadi di Sumatra Selatan. Dalam kurun kurang dari setahun, tercatat sudah tiga insiden penembakan dan penusukan di SPBU yang berujung pada korban jiwa.

Rentetan kasus tersebut memperlihatkan persoalan antrean solar subsidi di Sumsel bukan lagi insiden sporadis. Selain dipicu keterbatasan kuota BBM subsidi, antrean panjang kendaraan angkutan kerap menimbulkan ketegangan antarsopir maupun petugas SPBU.

Berikut IDN Times, merangkum fakta dari tiga kejadian berdarah yang terjadi di Palembang dan Banyuasin dalam kurun waktu kurang dari satu tahun terakhir.

1. Sopir angdes di Banyuasin ditembak

Pengisian BBM di SPBU Veteran Palembang pasca kenaikan BBM Non-Subsidi yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (18/4/2026) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Rangkaian kasus itu dimulai dari penembakan seorang sopir angkutan desa di SPBU Limau, Kabupaten Banyuasin, pada Oktober 2025. Keributan yang dipicu dugaan serobot antrean solar berujung pada aksi penembakan di Jalan Lintas Palembang-Betung hingga korban tewas di tempat.

Kasus tersebut sempat menyita perhatian publik karena memperlihatkan tingginya tensi antrean BBM subsidi di sejumlah SPBU di Sumsel.

2. Pertikaian sopir dan petugas SPBU berujung pembunuhan

Ilustrasi seseorang sedang mengisi bahan bakar mobil di sebuah SPBU. (pexels.com/Engin Akyurt)

Belum lama mereda, kasus serupa kembali terjadi di Palembang. Pada April 2026, sopir truk bernama Edo Pratama tewas usai ditusuk setelah cekcok saat mengantre Bio Solar di SPBU kawasan Punti Kayu. Korban disebut terlibat dalam pertengkaran dengan petugas SPBU hingga berujung pada penusukan.

Peristiwa itu kembali menyoroti panjangnya antrean kendaraan angkutan yang hampir setiap hari terjadi di SPBU penyalur solar subsidi.

3. Pengisian solar kembali picu pertikaian maut

PT Pertamina Patra Niaga pastikan harga BBM subsidi dan non-subsidi di SPBU tidak mengalami perubahan, Rabu (1/4/2026). Foto Pertamina

Insiden terbaru kembali pecah pada Juni 2026 di SPBU Jalan Noerdin Pandji, Palembang. Seorang sopir truk kembali meregang nyawa setelah terlibat pertikaian ketika mengantre pengisian Bio Solar.

Kejadian ini sekaligus menjadi kasus ketiga yang menewaskan sopir akibat konflik antrean BBM subsidi di Sumsel dalam waktu kurang dari setahun.

Editorial Team

Related Article