Ilustrasi Penyaluran Pupuk di Gudang Pupuk Indonesia (Dok: Pupuk Indonesia)
Menurut Taufik, penerapan pemupukan berimbang dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang. Dalam kegiatan tersebut, petani juga mendapatkan pendampingan dari Tim Mobil Uji Tanah (MUT) untuk mengetahui kondisi kesuburan lahan dan rekomendasi pemupukan berdasarkan kebutuhan unsur hara tanaman.
"Praktik pemupukan berimbang atau presisi menjadikan pengaplikasian pupuk oleh petani lebih efektif dan efisien. Sehingga membantu meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus menjaga kesehatan lahan untuk musim tanam berikutnya," jelasnya.
Materi yang diberikan menitikberatkan pada prinsip 5 Tepat, yakni tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat sasaran. Pendekatan tersebut dinilai dapat membuat penggunaan pupuk menjadi lebih efektif dan efisien.
Selain edukasi pemupukan, peserta juga mendapatkan sosialisasi mengenai mekanisme penebusan pupuk bersubsidi melalui aplikasi i-Pubers. Melalui sistem digital tersebut, petani diperkenalkan dengan proses verifikasi data hingga tata cara penebusan pupuk sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah.
"Aplikasi i-Pubers memberikan kemudahan bagi petani dalam menebus pupuk bersubsidi sesuai alokasi secara lebih transparan dan akuntabel. Dengan pupuk yang diperoleh tepat waktu, petani dapat menerapkan rekomendasi pemupukan berimbang secara optimal," tambahnya.