Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Regenerasi Petani, Pupuk Indonesia Edukasi Pemupukan ke Petani Cilik
Ilustrasi Penyaluran Pupuk di Gudang Pupuk Indonesia (Dok: Pupuk Indonesia)
  • Pupuk Indonesia menggelar edukasi bagi petani cilik dan kelompok wanita tani di Muara Enim untuk mendorong regenerasi petani serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
  • Kegiatan ini menekankan konsep pemupukan berimbang dengan prinsip 5 Tepat agar penggunaan pupuk lebih efisien, menjaga kesuburan tanah, dan meningkatkan produktivitas pertanian.
  • Petani juga diperkenalkan aplikasi i-Pubers guna mempermudah penebusan pupuk bersubsidi secara transparan, mendukung penerapan pemupukan presisi sesuai alokasi pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Muara Enim, IDN Times - Krisis regenerasi petani mulai menjadi perhatian di Indonesia. Di tengah fakta bahwa mayoritas petani saat ini telah berusia di atas 50 tahun. Upaya mengenalkan pertanian kepada generasi muda dan perempuan digencarkan di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan (Sumsel), agar melahirkan generasi penerus di sektor pertanian.

"Dengan petani cilik, kita berharap munculnya petani-petani hebat ke depan sebagai penopang ketahanan pangan. Dengan demikian, Pupuk Indonesia berkontribusi untuk merawat masa depan Indonesia," ujar Senior Manager Regional 1 Pupuk Indonesia, Benny Farlo, Jumat (10/7/2026).

1. Kelompok tani dinilai berperan dukung usaha tani keluarga

potret seorang petani yang sedang menanam tanaman cabai di tepi Danau Rawa Pening (commons.wikimedia.org/Djunaidibd)

Selain menyasar generasi muda, kegiatan tersebut juga melibatkan kelompok wanita tani. Pupuk Indonesia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung usaha tani keluarga sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional.

Officer Pendukung Pemasaran dan Penjualan Departemen Pendukung Penjualan Regional 1 Pupuk Indonesia, Taufik Aprizal, mengatakan edukasi yang diberikan tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan petani mengenai pupuk bersubsidi, tetapi juga memastikan penggunaannya dilakukan secara tepat.

"Kami ingin memastikan petani tidak hanya memperoleh pupuk bersubsidi sesuai haknya, tetapi juga memahami cara penggunaan pupuk yang tepat melalui konsep pemupukan berimbang," katanya.

2. Pentingnya pemupukan berimbang

Ilustrasi Penyaluran Pupuk di Gudang Pupuk Indonesia (Dok: Pupuk Indonesia)

Menurut Taufik, penerapan pemupukan berimbang dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang. Dalam kegiatan tersebut, petani juga mendapatkan pendampingan dari Tim Mobil Uji Tanah (MUT) untuk mengetahui kondisi kesuburan lahan dan rekomendasi pemupukan berdasarkan kebutuhan unsur hara tanaman.

"Praktik pemupukan berimbang atau presisi menjadikan pengaplikasian pupuk oleh petani lebih efektif dan efisien. Sehingga membantu meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus menjaga kesehatan lahan untuk musim tanam berikutnya," jelasnya.

Materi yang diberikan menitikberatkan pada prinsip 5 Tepat, yakni tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat sasaran. Pendekatan tersebut dinilai dapat membuat penggunaan pupuk menjadi lebih efektif dan efisien.

Selain edukasi pemupukan, peserta juga mendapatkan sosialisasi mengenai mekanisme penebusan pupuk bersubsidi melalui aplikasi i-Pubers. Melalui sistem digital tersebut, petani diperkenalkan dengan proses verifikasi data hingga tata cara penebusan pupuk sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah.

"Aplikasi i-Pubers memberikan kemudahan bagi petani dalam menebus pupuk bersubsidi sesuai alokasi secara lebih transparan dan akuntabel. Dengan pupuk yang diperoleh tepat waktu, petani dapat menerapkan rekomendasi pemupukan berimbang secara optimal," tambahnya.

3. Berharap program edukasi petani ditingkatkan

Ilustrasi Penyaluran Pupuk di Gudang Pupuk Indonesia (Dok: Pupuk Indonesia)

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gelumbang, Ramlan, mengatakan pemupukan berimbang menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan produktivitas yang meningkat, pendapatan petani juga diharapkan ikut bertambah.

Sementara itu, Kepala Desa Bitis, Hengki Wijaya, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan tambahan pengetahuan bagi masyarakat mengenai praktik budidaya yang baik serta tata cara memperoleh pupuk bersubsidi sesuai ketentuan.

"Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan oleh para petani sehingga hasil panen semakin baik dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article