Ratu Dewa Minta OPD Siaga Banjir, Pemkot Palembang Siapkan Mitigasi

- Wali Kota Palembang Ratu Dewa menetapkan status siaga banjir dan meminta seluruh OPD menyiapkan personel, sarana, serta prasarana menghadapi curah hujan tinggi.
- Dewa menekankan pentingnya pembersihan drainase, saluran air, dan sungai dari sampah serta sedimen agar aliran air tidak terhambat saat hujan deras.
- Pemerintah kota mengaktifkan Satgas di tingkat kelurahan hingga OPD untuk siaga 24 jam, berkoordinasi lintas sektor demi penanganan banjir yang cepat dan terintegrasi.
Palembang, IDN Times - Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintahan kota untuk siaga dan menyiapkan mitigasi bencana banjir saat hujan intensitas tinggi dan lebat turun.
"Saat ini dalam penetapan status siaga banjir. Saya minta seluruh perangkat daerah menyiapkan personel, sarana, dan prasarana dalam penanggulangan bencana," ujarnya, Senin (27/4/2026).
1. Pembersihan drainase harus rutin dilakukan

Dewa pun menekankan, semua stakeholder untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Sebab apabila tidak ada kesiapan, maka genangan maupun banjir tak terkendalikan.
"Selain itu, dinas harus segera melakukan pembersihan drainase, saluran air dan sungai dari sampah serta sedimen yang berpotensi menghambat aliran air," kata dia.
2. Koordinasi lintas sektor penting dilakukan

Lebih lanjut, Dewa menyampaikan langkah mitigasi merupakan hal krusial dan sangat prioritas disiagakan. Hal itu, katanya, untuk mencegah meluapnya air saat curah hujan tinggi.
"Koordinasi lintas sektor juga menjadi perhatian utama," ujarnya.
Dewa menegaskan, keterlibatan dari kecamatan, dan kelurahan juga bisa memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Harapannya, agar penanganan di lapangan berjalan efektif dan terintegrasi.
3. Seluruh OPD Pemkot Palembang wajib siaga 24 jam

Dewa melanjutkan, dirinya juga meminta Satuan Tugas (Satgas) yang telah dibentuk di tingkat kelurahan, kecamatan, dan OPD segera bergerak cepat di lapangan.
Seluruh perangkat daerah, jelas dia, wajib siaga 24 jam, memantau kondisi cuaca, serta melaporkan perkembangan secara berkala, termasuk dokumentasi video kondisi wilayah masing-masing.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kita,” jelas dia.


















