Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ratu Dewa: Alam dan Manusia jadi Faktor Penyebab Banjir Palembang
Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyebut banjir disebabkan kombinasi faktor alam dan ulah manusia, terutama kebiasaan membuang sampah sembarangan yang menyumbat saluran air.
  • BMKG memprediksi curah hujan tinggi turut memperparah banjir, sementara Pemkot menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan dan perilaku masyarakat terhadap aliran air.
  • Pemkot Palembang melakukan langkah antisipasi seperti pembersihan sedimen, pengangkutan sampah, serta penggunaan pompa portabel di titik rawan genangan untuk mengurangi dampak banjir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sejumlah wilayah di Kota Palembang mengalami banjir setelah hujan deras, yang disebut dipicu oleh faktor alam dan perilaku manusia seperti pembuangan sampah sembarangan serta pembangunan infrastruktur yang tidak memperhatikan aliran air.
  • Who?
    Wali Kota Palembang Ratu Dewa menjelaskan penyebab banjir dan langkah penanganan yang dilakukan Pemerintah Kota bersama petugas dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
  • Where?
    Banjir terjadi di beberapa kawasan rawan genangan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, terutama di daerah dekat sungai dan jalan yang berdekatan dengan perairan.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Kamis, 23 April 2026, setelah hujan deras mengguyur kota dan menyebabkan peningkatan volume air di sejumlah titik.
  • Why?
    Banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi berdasarkan data BMKG, kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan, serta pembangunan lingkungan yang tidak memperhatikan sistem aliran air.
  • How?
    Pemerintah Kota melakukan pemantauan lapangan, mengerahkan pompa portabel untuk menyedot air, membersihkan sedimen dan sampah tersumbat, serta membentuk Satgas banjir di tingkat kecamatan sebagai langkah antisipasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Palembang ada banjir besar waktu hujan deras. Kata Pak Wali Kota Ratu Dewa, banjir datang karena alam dan juga ulah manusia. Banyak orang buang sampah sembarangan jadi air tidak bisa jalan. Hujan juga turun sangat deras. Sekarang petugas bersih-bersih saluran air dan pakai pompa biar air cepat surut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan banjir yang terjadi saat hujan deras dipengaruhi berbagai faktor. Ia menyebut peningkatan volume air disebabkan kondisi alam serta aktivitas manusia.

"Ada beberapa faktor penyebabnya, baik itu yang bersifat alam maupun dari sifat manusia sendiri," ujarnya, Kamis (23/4/2026).

1. Sampah dibuang sembarang sebabkan banjir

Banjir Palembang (Dok. IDN Times)

Dia mengatakan, faktor ulah manusia disebabkan karena masyarakat memiliki kebiasaan membuang sampah sembarangan. Akibatnya, saluran air menjadi tersumbat. Dirinya pun mengaku, banjir juga dipengaruhi pembangunan infrastruktur yang tak memerhatikan aturan aliran air di wilayah sungai dan jalan dekat perairan.

"Yang manusia, tentunya kita sudah paham dan tahu semua, baik itu masalah jangan sampai membuang sampah sembarangan karena itu akan mengakibatkan sumbatan-sumbatan air," jelas dia.

2. Faktor lingkungan yang tak memerhatikan aliran air juga sebabkan banjir

Banjir Palembang (Dok. IDN Times).

Selain karena ulah manusia serta kondisi alam tak menentu, banjir yang terjadi juga telah terprediksi BMKG. Dewa menyampaikan, intensitas curah hujan tinggi berdasarkan data BMKG menjadi salah satu penyebab lainnya. Kemudian lanjut dia, faktor lingkungan dan perilaku masyarakat harus disoroti.

"Pemkot telah menyiapkan langkah penanganan jangka pendek hingga panjang, termasuk pembentukan Satgas banjir di tingkat kecamatan," kata Dewa.

3. Pemkot klaim rutin berbenah sedimen dan angkut sampah untuk antisipasi banjir

Wali Kota Palembang Ratu Dewa (Dok. Kominfo Palembang)

Langkah awal mengatasi banjir kota, jelasnya, dimulai dengan pantauan langsung ke lapangan, terutama ke titik rawan genangan air. Khususnya di wilayah yang berulang mengalami kebanjiran.

Kemudian kata Dewa, petugas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti PUPR diminta melakukan tindakan penyedotan air di kawasan tergenang dengan pompa portabel.

"Kita rutin mengangkat sedimen-sedimen yang tinggi, terus membuang sampah-sampah yang tersumbat, termasuk nanti akan kita perbanyak lagi pompa, pompa portabel untuk mendorong air di beberapa titik genangan yang ada," jelas dia.

Editorial Team