Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penyebab Keracunan MBG di Agam Terungkap, Ada Bakteri di Makanan
Menu MBG di SDN 129 Palembang (IDN Times)
  • Sebanyak 344 warga di Palupuh, Agam, mengalami keracunan MBG; seluruh siswa yang sempat dirawat kini telah kembali bersekolah dan dinyatakan aman.
  • Hasil laboratorium menyatakan bakteri Bacillus cereus menjadi penyebab keracunan, ditemukan pada tahu dan cabai di bekas ompreng makanan MBG.
  • SPPG terkait masih ditutup sesuai aturan BGN selama satu bulan; Pemkab Agam akan memperketat pengawasan keamanan makanan dan mempertimbangkan proses hukum bagi korban yang dirugikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Padang, IDN Times - Para siswa yang keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Agam pada pekan lalu sudah kembali bersekolah usai mendapatkan perawatan di rumah sakit dan puskesmas.

"Semua siswa saat ini sudah kembali bersekolah dan semuanya sudah dinyatakan aman (sehat) oleh rumah sakit," kata Bupati Agam, Benni Warlis, Kamis (10/9/2026).

Ia mengatakan, hasil labor dari sampel yang diambil sebelumnya oleh tim Dinas Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah dikeluarkan.

1. Bakteri dari makanan MBG

Salah satu menu MBG di SMP Negeri 13 Surabaya. (Dok. Ombudsman Jatim).

Benni mengatakan, dirinya telah mendapatkan laporan soal penyebab keracunan yang menimpa 344 orang di daerah Palupuh tersebut.

"Kalau dari hasil laboratorium dinyatakan bahwa keracunan itu disebabkan oleh bakteri yang bernama Bacillus cereus," katanya.

Menurutnya, bakteri tersebut berasal dari makanan MBG dan ditemukan pada tahu dan cabai yang berada di bekas ompreng tempat makan para penerima manfaat.

2. SPPG ditutup

SPPG Pondok Kelapa Jakarta Timur. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Benni mengatakan, bahwa SPPG yang mengakibatkan keracunan tersebut sampai saat ini masih ditutup dan belum beroperasi kembali.

"Untuk ditutupnya dalam aturan BGN itu selama satu bulan dan sepertinya prosesnya sampai saat ini masih terus berlanjut untuk pemilik SPPG tersebut," katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya juga akan mempertimbangkan untuk melanjutkan ke proses hukum jika ada para korban yang merasa dirugikan oleh peristiwa tersebut.

3. Akan perketat pengawasan

Bupati Agam, Benni Warlis (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Dengan kejadian yang berulang di daerah Palupuh itu, Benni mengatakan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan ke depannya.

"Kita dari Pemkab kan biasanya melakukan pengawasan melalui Dinas Kesehatan. Makanya nanti kita akan memperketat pengawasan," lanjutnya.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan selama ini berkaitan dengan kesehatan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article