Narapidana di Lapas Perempuan Padang Ciptakan Batik Tulis Sendiri

Padang, IDN Times - Meski berada di balik jeruji besi, para warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIB Padang tetap berkarya melalui batik tulis yang berhasil dibuat.
"Warga binaan di sini kami beri kebebasan untuk berkarya melalui berbagai macam karya yang dilahirkan," kata Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, Susi Pohan.
Ia mengatakan, para narapidana yang menjalani hukuman tersebut diberikan peralatan untuk menciptakan berbagai karya melalui pembinaan yang dilakukan.
1. Lahirnya batik tulis

Susi mengatakan, salah satu karya yang berhasil dikeluarkan berupa batik tulis yang telah dibuat oleh narapidana tersebut telah diproduksi.
"Kami berharap hasil karya yang dibuat oleh warga binaan ini bisa mendapatkan kepercayaan dari masyarakat nantinya," katanya.
Saat ini, menurut Susi, hasil karya itu telah dicoba oleh beberapa instansi yang bekerja sama dengan Lapas Perempuan Kelas IIB Padang.
"Sejauh ini, beberapa instansi seperti Kemenag Padang yang mencoba batik ini mengaku puas dengan karyanya," katanya.
2. Miliki hak cipta

Susi mengatakan bahwa dengan kualitas yang baik tersebut, batik yang dihasilkan oleh warga binaan tidak dibiarkan begitu saja dan akan bersaing di pasaran ke depannya.
"Batik Lapas Perempuan Kelas IIB Padang juga telah memiliki Surat Pencatatan Hak Cipta sebagai bentuk perlindungan terhadap kekayaan intelektual atas motif dan karya yang dihasilkan," katanya.
Pencatatan hak cipta tersebut menurutnya menjadi langkah nyata dalam memberikan pengakuan hukum sekaligus meningkatkan nilai produk hasil karya warga binaan.
3. Hadirkan program pembinaan yang produktif

Susi berharap dukungan dari berbagai pihak dapat semakin membuka peluang pemasaran produk karya warga binaan sehingga mampu memberikan nilai tambah serta memperkuat keberhasilan program pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Kelas IIB Padang.
"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berkualitas, sehingga warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga kepercayaan diri untuk berkarya, mandiri, dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat," katanya.
Ia mengatakan, pembinaan keterampilan itu dilakukan agar seluruh warga binaan tersebut nantinya bisa mandiri saat selesai menjalani hukumannya dan kembali ke masyarakat dengan kemampuan untuk bekerja atau membuat usaha.



















