101 Narapidana di Padang Bakal Jalani Pendidikan Paket A sampai C

Padang, IDN Times - Sebanyak 101 warga binaan di Lapas Kelas IIA Padang mendapatkan kesempatan untuk menunaikan pendidikannya melalui program kesetaraan pendidikan. Para narapidana tersebut akan bisa menyelesaikan pendidikannya dengan mengikuti penyetaraan paket A, B dan C yang diadakan di Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Padang, Ronaldo Devinci Talesa, menjelaskan bahwa program tersebut baru pertama kali dilaksanakan sejak Lapas Kelas IIA Padang berdiri.
1. Sebanyak 101 Narapidana terpilih

Menurutnya, sebanyak 101 peserta yang terpilih merupakan hasil asesmen ketat dari total 671 penghuni Lapas, dengan mempertimbangkan motivasi belajar, masa pidana, dan komitmen peserta.
"Pembelajaran akan dilaksanakan oleh tutor PKBM Gempita Sumbar dengan dukungan modul dan perlengkapan belajar yang telah disiapkan," katanya.
Ia mengatakan, program itu merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan sekaligus bagian dari program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
2. Kesempatan kedua bagi warga binaan

Ia mengatakan bahwa pendidikan menjadi kesempatan kedua bagi warga binaan untuk memperbaiki diri sebelum kembali ke masyarakat.
"Program ini nanti akan dilengkapi dengan pelatihan vokasi agar mereka memiliki keterampilan kerja dan dapat kembali sebagai pribadi yang lebih baik, produktif, serta mampu berinteraksi dengan masyarakat," katanya.
Dengan begitu, setelah menyelesaikan masa hukumannya, para narapidana tersebut bisa kembali ke masyarakat dengan kemampuan untuk berkabung.
3. Butuh sarana pembelajaran

Sebagai pemrakarsa, Kepala PKBM Gempita Sumbar, Silvia Sismona, menilai kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam mendukung program Pemko Padang untuk menuntaskan masalah Anak Tidak Sekolah (ATS).
"Kami sangat berharap dukungan pemerintah dalam penyediaan tutor, sarana pembelajaran, serta fasilitas asesmen dan ujian berbasis komputer di Lapas Kelas IIA Padang agar program ini berjalan optimal," katanya.
Menurutnya, dengan begitu para narapidana tersebut bisa menjalani pembelajaran secara maksimal dan menuntaskan pendidikannya.


















