Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penjual Emas Palembang Jaga Dinamika Pasar saat Harga Emas Turun
ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/NEXARO STUDIO)
  • Penjual emas di Palembang berupaya bertahan menghadapi penurunan harga emas global yang membuat minat beli masyarakat ikut menurun.
  • Warga Palembang cenderung enggan membeli emas saat harga turun karena khawatir nilainya makin jatuh ketika dijual kembali.
  • Harga emas terkoreksi hingga sekitar Rp14,8–15 juta per suku akibat dampak kondisi geopolitik global dan kebijakan suku bunga tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Harga emas perhiasan di Palembang mengalami penurunan dalam sepekan terakhir, membuat aktivitas jual beli di sejumlah toko emas melambat dan penjual berupaya menyesuaikan diri dengan kondisi pasar.
  • Who?
    Penjual emas seperti Yeni, pemilik Toko Mas Intan; pengamat ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang Sri Rahayu; serta Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memberikan keterangan terkait situasi ini.
  • Where?
    Kondisi ini terjadi di Kota Palembang, Sumatra Selatan, khususnya di sejumlah toko emas perhiasan yang memantau langsung perubahan harga jual dan minat beli masyarakat.
  • When?
    Peristiwa berlangsung pada akhir Maret 2026, setelah harga emas sempat mencapai puncak sekitar akhir Februari 2026 sebelum turun ke kisaran Rp14,8–15 juta per suku.
  • Why?
    Penurunan harga dipengaruhi kondisi geopolitik global seperti konflik Amerika Serikat–Israel dengan Iran, kenaikan harga minyak Brent, serta kebijakan suku bunga tinggi bank sentral dunia.
  • How?
    Toko-toko emas menahan stok dan menyesuaikan strategi penjualan karena minat beli warga menurun. Warga cenderung enggan membeli saat harga turun karena khawatir nilai jual kembali makin rendah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Harga emas di Palembang sekarang turun, jadi toko emas berusaha tetap jualan walau sepi pembeli. Bu Yeni yang punya toko bilang orang-orang malah takut beli kalau harga turun. Ada juga Bu Ayu yang bilang harga bisa berubah karena banyak atau sedikit orang beli. Katanya perang di luar negeri bikin harga emas jadi turun terus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Sejumlah penjual emas perhiasan di Palembang kini berada dalam mode bertahan dan menjaga dinamika pasar saat harga emas dalam sepekan terakhir konsisten melandai.

"Pergerakan harga emas di pasar global sedang turun. Kondisi ini justru bikin minat beli ikut turun. Kami berupaya bertahan, menyesuaikan diri, mengikuti dinamika pasar," ujar owner Toko Mas Intan, Yeni, Minggu (29/3/2026).

1. Warga Palembang khawatir beli saat emas anjlok

ilustrasi emas perhiasan (pexels.com/Airam Dato-on)

Ia menyebut keunikan transaksi emas di Palembang justru terletak pada animo belanja tinggi saat harga jual naik. Sebab katanya, ketika harga emas turun, beberapa masyarakat malah mengalami kekhawatiran untuk membeli emas.

"Sebagian warga kita (Palembang) pikirannya justru gak mau beli pas harga turun, karena takut nanti pas dijual lagi emas makin anjlok. Keyakinan ini jadi bikin animo ikut turun waktu harga turun. Terutama kebanyakan warga Palembang lebih memilih membeli perhiasan dari batangan," jelas dia.

2. Suplai dana permintaan berdampak pada harga emas

ilustrasi emas perhiasan (pexels.com/Maryam)

Sementara menurut Pengamat Ekonomi Sumatra Selatan sekaligus dosen di Universitas Muhammadiyah Palembang, Sri Rahayu, faktor nilai emas yang turun dalam beberapa hari terakhir dan cenderung stabil dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan di pasar juga konsisten.

"Permintaan pasar berpengaruh dari faktor supply-demand. Jika harga stabil dalam jangka panjang, artinya permintaan cenderung konsisten," kata Ayu.

3. Harga emas terkoreksi akibat kondisi geopolitik global

ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/Zayed Ahmed Zadu)

Berdasarkan pantauan IDN Times, kini harga emas perhiasan rata-rata turun dan beberapa toko emas di Palembang pun mematok harga jual di angka Rp14,8-15 jutaan sesuku setara 6,7 gram. Sebelumnya pada akhir Februari 2026, harga emas sempat melambung sebesar Rp16 jutaan sesuku.

Dari informasi yang dirilis DIREKTUR PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, penyebab harga emas anjlok dipengaruhi oleh kondisi geopolitik dan perang global yang masih terjadi antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak Brent bakal memengaruhi transportasi penerbangan, sehingga berdampak pada inflasi. Namun jelasnya, walau harga emas terkoreksi, komoditas tersebut tetap akan menjadi aset lindung nilai atau safe haven.

Dia menyebutkan koreksi harga emas akan terus terjadi selama perang di Iran masih berlangsung. Selain itu, lonjakan harga komoditas membuat sejumlah bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi. Bahkan, ada kekhawatiran bank sentral global akan menaikkan suku bunga.

Editorial Team