Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pasokan MinyaKita di Pasar Raya Padang Menipis
Minyak goreng merek MinyaKita (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
  • Minyak Kita sulit ditemukan di Pasar Raya Padang karena sebagian pasokan dialihkan untuk program bantuan sosial pangan pemerintah yang mencakup minyak goreng dan beras.
  • Bulog Sumbar memastikan distribusi Minyak Kita tetap berjalan, dan pasokan ke pasar akan kembali normal setelah penyaluran bantuan selesai dilakukan.
  • Minyak Kita menjadi pilihan utama masyarakat karena harganya lebih terjangkau, sekitar Rp15.700 per kilogram, dibandingkan minyak curah yang mencapai Rp20 ribu hingga Rp21 ribu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - MinyaKita yang merupakan minyak goreng dengan harga terjangkau susah didapatkan di Pasar Raya Padang sejak beberapa hari belakangan. Salah seorang penyedia minyak goreng di Pasar Raya Padang, Dayat, mengatakan bahwa Minyak Kita cukup sulit didapatkan sejak beberapa waktu lalu.

"Memang harga MinyaKita ini kan lebih murah. Tapi untuk mendapatkannya cukup sulit juga saat ini. Kami juga tidak banyak mendapatkan lagi," katanya.

1. Kenapa Minyak Kita sulit didapat?

Depot penjualan Minyak Goreng di Kota Padang (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Dayat mengatakan, minyak goreng yang dijual dengan harga relatif murah tersebut sulit didapatkan lantaran adanya program bantuan sosial yang sedang dijalankan oleh pemerintah.

"Informasi dari orang yang mengantarkan ke sini memang karena adanya program pemerintah. Makanya susah didapatkan di pasar saat ini," katanya.

Diketahui, pemerintah saat ini sedang menyalurkan bantuan sosial pangan yang di dalamnya terdapat paket beras dan minyak goreng yang diberikan kepada setiap penerima.

2. Diklaim mulai lancar hari ini

Minyak goreng merek Minyak Kita (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumbar, Darma Wijaya, mengatakan bahwa pasokan MinyaKita tetap dilakukan selama ini di Sumatra Barat.

"Tapi kemarin itu memang kita sedang menyalurkan bantuan pangan. Tapi hari ini semuanya akan kembali normal dan pasokan semuanya akan kembali ke pasar," katanya.

Menurutnya, Bulog hanya menyalurkan sebanyak 30 persen dari total produksi MinyaKita. Sementara, 70 persen lainnya disalurkan oleh beberapa perusahaan yang telah ditunjuk oleh negara.

3. Kenapa Minyak Kita jadi pilihan?

Seorang karyawan menuangkan minyak curah ke dalam sebuah wadah (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Dayat mengatakan, MinyaKita saat ini kerap menjadi pilihan masyarakat karena harganya yang relatif lebih murah dibanding minyak goreng lainnya.

"Untuk minyak curah saja saat ini harganya sudah ada di atas harga Minyak Kita. Makanya banyak masyarakat yang memilih untuk membeli MinyaKita," katanya.

Menurutnya, harga jual minyak curah di pasaran saat ini sudah berada pada angka Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per kilogram. Sementara, untuk MinyaKita hanya berada pada angka Rp15.700.

Editorial Team