Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Nekat Mandi di Air Terjun Cughup Mangkok, Warga Lahat Tewas Tenggelam
Petugas BPBD Pagar Alam saat mengevakuasi korban tenggelam di air terjun. (Dok. BPBD Pagar Alam)
  • Seorang warga Lahat bernama Hendi (23) tewas tenggelam di Air Terjun Cughup Mangkok, Pagar Alam, setelah nekat mandi dini hari meski sudah diperingatkan penjaga lokasi.
  • Tim BPBD Pagar Alam tiba sekitar pukul 06.00 WIB dan menemukan korban di dasar air dalam kondisi meninggal dunia setelah melakukan pencarian selama 15 menit.
  • Pihak BPBD mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam dan selalu mengutamakan keselamatan, terutama pada kondisi cuaca yang tidak menentu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pagar Alam, IDN Times - Seorang warga Kabupaten Lahat bernama Hendi (23) dilaporkan tewas tenggelam di Air Terjun Cughup Mangkok yang terletak di Kota Pagar Alam pada Rabu (22/4/2026) dini hari. Sebelum kejadian, korban bersama di rekannya nekat mandi di air terjun tersebut sekitar pukul 03.30 WIB.

Sebelum korban masuk ke pusaran air terjun, sebetulnya penjaga air terjun sempat mengingatkan risiko bahaya mandi di sana, apalagi saat dini hari. Namun korban dan dua rekannya mengabaikan peringatan dari penjaga dengan menceburkan diri untuk mandi.

3. Kronologi kejadian

Petugas BPBD Pagar Alam saat mengevakuasi korban tenggelam di air terjun. (Dok. BPBD Pagar Alam)

Salah satu rekan korban, Rekel mengatakan, kejadian ini berawal saat mereka bertiga termasuk korban mandi di air terjun dan hendak meminjam senter ke penjaga. Meski telah diperingatkan, ketiganya nekat mandi dan mengabaikan risiko bahaya yang disampaikan petugas.

Begitu tiba di tepi air, korban langsung menceburkan diri untuk mandi, namun tak lama kemudian korban menghilang dan tenggelam. Rekel sempat berupaya memberikan pertolongan dengan ikut masuk ke dalam air.

Usaha tersebut urung dilakukan karena Rekel merasa ada tarikan kuat dari dasar air yang membahayakan nyawanya. Tak berselang lama, salah satu rekan korban yang lain mendatangi penjaga dan meminta pertolongan karena salah satu temannya tenggelam saat mandi.

Laporan kejadian kemudian diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagar Alam sekitar pukul 04.54 WIB. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan respons cepat dengan menuju lokasi.

2. Korban ditemukan petugas di dasar air dalam kondisi sudah meninggal dunia

Petugas BPBD Pagar Alam saat mengevakuasi korban tenggelam di air terjun. (Dok. BPBD Pagar Alam)

Kasubbid Logistik BPBD Pagar Alam, Panca Putra mengatakan, sekitar pukul 06.00 WIB dua regu BPBD tiba di lokasi dan langsung melakukan pencarian. Upaya yang dilakukan antara lain membuka pintu air untuk mengurangi debit serta memasang peralatan evakuasi.

"Saat tiba di lokasi tim langsung melakukan tindakan cepat, termasuk mengurangi debit air untuk memudahkan pencarian korban. Setelah sekitar 15 menit pencarian, korban akhirnya ditemukan di dasar air. Namun, saat dievakuasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," ujarnya.

3. Masyarakat diingatkan lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam

Petugas BPBD Pagar Alam saat mengevakuasi korban tenggelam di air terjun. (Dok. BPBD Pagar Alam)

Tim langsung mengevakuasi dan membawa korban ke RSUD Besemah untuk penanganan lebih lanjut. Atas insiden ini, Panca mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam, khususnya yang memiliki potensi bahaya, seperti air terjun dan aliran sungai.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama dengan kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team