Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menko Polkam Soroti Penanganan Karhutla Sumsel, Fokus Wilayah Rawan
Karhutla di Palembang (Dok. Kominfo Palembang)
  • Menko Polkam Djamari Chaniago meminta penanganan karhutla Sumsel dilakukan terukur dengan memusatkan personel dan sumber daya di wilayah berpotensi kebakaran tinggi.
  • Kualitas udara Palembang pada 18 September 2026 pukul 04.00 WIB mencapai ISPU 302 atau kategori berbahaya, sehingga pemetaan titik rawan dan prediksi api dinilai penting.
  • Palembang dan Ogan Ilir menjadi perhatian pencegahan karhutla; Sumsel masih memiliki titik panas tinggi dan potensi kebakaran hingga akhir Oktober atau awal November.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Menko Polkam Djamari Chaniago menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sumatra Selatan, dengan penekanan pada pemusatan personel dan sumber daya di wilayah berisiko kebakaran tinggi.
  • Who?
    Menko Polkam Djamari Chaniago, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Pemerintah Kota Palembang, serta personel penanganan karhutla terlibat dalam pemantauan dan upaya penanganan.
  • Where?
    Peninjauan dilakukan di Posko Karhutla Kecamatan Kertapati, Palembang. Wilayah Palembang dan Ogan Ilir menjadi perhatian karena risiko karhutla dan dampaknya terhadap kualitas udara Sumatra Selatan.
  • When?
    Djamari Chaniago meninjau posko pada Jumat, 18 September 2026. Pada hari yang sama sekitar pukul 04.00 WIB, ISPU Palembang tercatat mencapai 302, kategori berbahaya.
  • Why?
    Penanganan difokuskan karena Sumatra Selatan memiliki jumlah titik panas tinggi, kualitas udara Palembang memburuk, dan potensi karhutla masih berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November.
  • How?
    Penanganan dilakukan melalui pemetaan titik rawan, prediksi kemunculan api, pengerahan sumber daya secara efektif, pengawasan kawasan rentan, serta pencegahan aktivitas pembakaran lahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Djamari melihat kebakaran hutan dan lahan di Sumatra Selatan. Udara Palembang sangat buruk dan berbahaya. Palembang dan Ogan Ilir harus diawasi karena bisa ada api. Petugas diminta mencari tempat yang mudah terbakar dan mencegah orang membakar lahan. Bahaya kebakaran masih ada sampai akhir Oktober atau awal November.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemantauan langsung pemerintah di Palembang menunjukkan penanganan karhutla diarahkan pada langkah yang lebih terukur, melalui pemetaan titik rawan, prediksi kemunculan api, dan penguatan pengawasan kawasan berisiko. Meski kualitas udara masih berbahaya, tren titik panas yang menurun memberi ruang bagi pengerahan personel dan sumber daya secara lebih fokus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan. Menurutnya, penanganan karhutla harus dilakukan secara terukur dengan memusatkan kekuatan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Penanganan karhutla juga harus memerhatikan dan memusatkan kekuatan pada wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi,” kata Djamari saat meninjau Posko Karhutla di Kecamatan Kertapati, Palembang, Jumat (18/9/2026).

1. ISPU Palembang masuk kondisi berbahaya

Kabut asap Palembang di malam hari (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Diketahui, kunjungan Menko Polhukam ke Palembang sekaligus menjadi langkah pemantauan lokasi karhutla dan pengecekan langsung kualitas udara wilayah yang saat ini masih dalam kondisi buruk dan berbahaya.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Palembang, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 18 September 2026 sekitar pukul 04.00 WIB mencapai 302 atau masuk kategori berbahaya.

"Oleh karena itu, pemetaan titik rawan dan prediksi lokasi kemunculan api menjadi bagian penting agar personel dan sumber daya dapat dikerahkan secara efektif," jelasnya.

2. Palembang dan Ogan Ilir jadi perhatian karhutla

Kabut asap di kawasan Keramasan, akses menuju Tol Palembang-Indralaya. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Lebih lanjut, dia menyampaikan, pencegahan karhutla juga tak kalah penting dari pemadaman. Pengawasan terhadap kawasan rawan serta pencegahan aktivitas pembakaran lahan di Palembang juga harus diperkuat.

Selain di Palembang yang menjadi perhatian karhutla, kawasan Ogan Ilir (OI) juga disoroti. Sebab daerah tersebut berpotensi memengaruhi kualitas udara Sumsel bila terjadi kebakaran hutan.

3. Palembang memiliki potensi titik api tinggi

Kabut asap menyelimuti Palembang, Minggu 23 Agustus 2026. Jembatan Ampera tampak samar dari kejauhan. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, sejumlah wilayah di Indonesia masih menghadapi tingginya titik panas, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau dan Jambi.

“Sumsel jadi salah satu provinsi dengan jumlah titik panas tinggi. Meski trennya menunjukkan penurunan, kondisi ini tetap membutuhkan kewaspadaan,” kata Raja Juli.

Dirinya juga sempat mengingatkan bahwa potensi karhutla di Sumsel masih berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November. Kondisi tersebut berkaitan dengan masih berlangsungnya fenomena El Nino dan belum masuknya hujan alami secara merata.

Curated For You

Editorial Team

Related Article