Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (tengah) berbincang dengan Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto (kanan) saat meninjau lokasi kebakaran hutan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Pemadaman dari udara terus diperkuat melalui operasi water bombing yang dilakukan di sejumlah titik sesuai kebutuhan dan perkembangan kondisi kebakaran.
“Water bombing mampu membantu menghambat gerakan api menuju area-area yang cepat terbakar, terutama kawasan prioritas untuk diselamatkan seperti areal satwa gajah dan lainnya,” kata Daniwari.
Selain pemadaman, BKSDA Sumatra Selatan bersama para pihak juga terus memantau pergerakan gajah liar di lanskap Padang Sugihan–Simpang Heran. Koordinasi dilakukan dengan perusahaan di sekitar kawasan, termasuk PT Bumi Mekar Hijau (PT BMH), ketika terdapat laporan satwa mendekati permukiman masyarakat.
Penguatan sumber air juga menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Menhut mendorong penyediaan embung serta penambahan sarana pendukung seperti pompa, selang, dan tangki air portabel agar tim lebih mudah menjangkau titik kebakaran yang jauh dari sumber air.
Daniwari menambahkan, pada Jumat (18/9/2026), Kementerian Kehutanan telah mengirimkan tim dokter dari Klinik Manggala Wanabakti Jakarta ke Posko PKG Jalur 21 untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan tindakan medis bagi petugas pemadam.
“Karena kesehatan dan keselamatan petugas di lapangan juga menjadi perhatian utama,” ucapnya.