Bukti kuat bahwa Alex Noerdin mampu membangun olahraga, terutama kebesaran nama Sriwijaya FC. Namanya kini menjadi memori bagi klub Elang Andalas. Dalam akun Instagram Sriwijaya FC, Alex bukan sekadar seorang tokoh, tapi menjadi sosok yang pernah menenun harapan menjadi kenyataan.
Tertulis dalam keterangan Instagram resmi Sriwijaya FC, Alex adalah sosok kuat yang hidup dalam nadi klub dan tubuh manajemen.
"Di bawah langkah dan keyakinan Bapak, mimpi tentang kejayaan olahraga Sumatera Selatan pernah berdenyut begitu hidup. Dan bagi Sriwijaya FC, jejak itu bukan hanya sejarah. Ia adalah kenangan yang terus berbisik di setiap tribun yang kini terasa lebih sunyi.
Kepergian ini seperti senja yang datang terlalu cepat, meninggalkan langit penuh warna kenangan. Terima kasih atas dedikasi, atas keyakinan, dan atas mimpi yang pernah engkau titipkan pada tanah ini.
Selamat jalan Bapak Pelopor!
Namamu akan tetap hidup—dalam doa, dalam cerita, dan dalam setiap harapan yang kami jaga dengan hati yang lebih hening," katanya, tertulis dalam akun.
Sriwijaya FC memang benar-benar hidup di bawah arahan Alex Noerdin. Mereka rutin menjadi penantang di kompetisi domestik dan kerap menjadi wakil Indonesia di Asia. Sepeninggal dirinya, pamor klub kebanggaan Sumsel ini perlahan meredup.
Sejak 2019, mereka bahkan hanya mampu berkutat di kasta kedua sepak bola Indonesia. Saat ini, problem belum selesai, bahkan tampak kian runyam. Sriwijaya FC mengalami kesulitan finansial, performa di lapangan anjlok, dan hampir dipastikan bakal terdegradasi ke kasta ketiga alias Liga Nusantara.
Sriwijaya FC mendekam di dasar klasemen Grup 1 Championship 2025-2026, belum sekalipun menang dalam 20 pertandingan yang sudah dilalui - 18 di antaranya kalah, termasuk dipermalukan Adhyaksa FC 0-15, beberapa waktu lalu.