Harga Ayam Ras di Palembang Anjlok, Permintaan MBG Turun

- Harga ayam ras di Palembang turun dari Rp45 ribu menjadi Rp30–35 ribu per kg akibat menurunnya permintaan dari program MBG.
- Permintaan MBG berkurang karena stok masih tersisa sejak libur sekolah, membuat penjualan pedagang turun drastis hingga hanya 50 kg per hari.
- Pasokan ayam potong ras di pasar terbilang berlebih, sementara permintaan umum di luar MBG masih stabil untuk kebutuhan harian masyarakat.
Palembang, IDN Times - Harga sembako di pasar tradisional Palembang masih fluktuatif. Terpantau pada 13 April 2026, harga ayam potong ras mengalami penurunan signifikan. Yakni dari sebelumnya tembus Rp45 ribu per kilogram (kg) kini menjadi Rp30-35 per kg.
"Karena permintaan MBG turun, harga juga anjlok," ujar pedagang ayam di Pasar KM 5 Palembang, Desi.
1. Permintaan MBG turun sejak libur sekolah

Dia mengatakan permintaan MBG yang biasanya membeli dari pedagang di pasar kini beralih langsung ke distributor. Kemudian, kemungkinan permintaan turun karena dapur MBG masih memiliki stok dari libur sekolah beberapa waktu lalu.
"Karena pas libur sekolah ada yang gak MBG. Jadi permintaan dikit, naik sampai Rp45 ribu kemarin pas Lebaran," katanya.
2. Harga ayam masih potensi mengalami kenaikan

Menurutnya, dalam sehari penjualan ayam untuk MBG bisa mencapai 700 kg per minggu. Sementara saat ini karena permintaan yang turun, pedagang hanya bisa menjual hingga 50 kg per hari.
"Tapi kemungkinan masih akan ada potensi harga naik, karena plastik ini naik. Bisa saja pengaruh," jelas dia.
3. Pembeli ayam secara umum masih stabil

Desi menambahkan, untuk pasokan ayam potong ras di Palembang sementara terbilang berlebih. Kondisi ini, lanjutnya, bisa jadi penyebab lain harga di pasaran menurun cukup banyak. Tetapi secara permintaan selain program MBG, pembeli ayam masih stabil.
"Kalau yang pembeli umum bukan permintaan MBG, setidaknya masih stabil. (pendapatan dari jual ayam) Masih bisa memenuhi kebutuhan harian," katanya.


















