[WANSUS] Wali Kota Palembang Bicara Karhutla, Kabut Asap, dan PJJ
![[WANSUS] Wali Kota Palembang Bicara Karhutla, Kabut Asap, dan PJJ](https://image.idntimes.com/post/20260928/screenshot_20260928_125218_89a35f7a-2920-479d-ae54-ddfb7fe11040_watermarked_idntimes-3.jpg)
Palembang, IDN Times - Wali Kota Palembang Ratu Dewa masih terus memantau kondisi polusi asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pempek. Selain menyiagakan posko darurat penanganan dan pemadaman kebakaran di wilayah rentan, pemerintah kota juga terus mengevaluasi sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa sekolah dalam kondisi kota diselimuti asap.
Bagaimana sikap dan langkah pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan karhutla di Palembang? Berikut wawancaranya dengan IDN Times:
1. Bagaimana kondisi terkini karhutla di Palembang?
Ratu Dewa:
Alhamdulillah, titik kebakaran lahan mulai berkurang. Kalau selama ini hampir 15 sampai 17 titik per hari rata-rata, sampai laporan per kemarin itu turun, paling hanya 5 sampai 6 area saja.
2. Apakah kabut asap di Palembang sudah membaik?
Ratu Dewa:
Khusus di Palembang sudah cukup berkurang asap tebalnya. Tetapi kondisi kita memang masih ada asap, karena timbul juga dari kabupaten/kota lain yang ada di Sumsel. Jadi, kualitas udara belum sehat sepenuhnya.
3. Bagaimana langkah pemkot saat ini?
Ratu Dewa:
Kita tetap siagakan posko karhutla di kecamatan rawan seperti Kertapati, Gandus, dan Sematang Borang. Saya dapat laporan sampai tadi pagi Senin, (28/9/2026) posko tetap jalan, tapi potensi kebakaran sudah sedikit berkurang.
4. Daerah mana paling rawan karhutla?
Ratu Dewa:
Ada di wilayah Sematang Borang masih tinggi. Makanya saya sudah minta BPBD, termasuk Damkar, harus fokus ke sana. Kondisi lahan di sana kering dan keterbatasan pasokan air, penanganannya cukup sulit.

Kabut asap menyelimuti Palembang, Minggu 23 Agustus 2026. Jembatan Ampera tampak samar dari kejauhan. (IDN Times/Rangga Erfizal) 5. Sebenarnya apa penyebab kebakaran ini terjadi?
Ratu Dewa:
Penyebab pasti belum disimpulkan secara final. Tapi berdasarkan kondisi di lapangan, petugas menduga ada unsur kesengajaan karena api dinilai tidak mungkin muncul tiba-tiba.
6. Sudah berapa titik karhutla sepanjang tahun ini terjadi?
Ratu Dewa:
Karhutla di Palembang terus bertambah sejak awal tahun. Tercatat sekitar 297 titik karhutla di Palembang sepanjang Januari hingga September 2026, dengan total luas lahan terbakar mencapai 253 hektare.
7. Di mana kecamatan tertinggi terjadi karhutla?
Ratu Dewa:
Tiga kecamatan dengan jumlah titik karhutla tertinggi berlangsung di Sematang Borang, Alang-Alang Lebar dan Ilir Barat Satu. Saya pastikan lahan yang terbakar merupakan lahan mineral, bukan lahan gambut.
8. Saat karhutla dan terjadi kabut asap, bagaimana evaluasi sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) terhadap siswa karena ISPU sangat berbahaya?
Ratu Dewa:
Jangan sampai kita memaksakan anak-anak masuk sekolah sementara kondisi udara tidak mendukung. Prinsipnya, kesehatan anak harus kita utamakan. Kalau ISPU sangat buruk seperti ini, sudah di angka 433, kategori sangat berbahaya, kesehatan anak-anak harus jadi prioritas.

Manggala Agni tengah melakukan pemadaman karhutla di Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabuapten Ogan Ilir, Selasa (18/8/2026). (Dok.Manggala Agni) 9. Apakah PJJ akan diperpanjang?
Ratu Dewa:
Saya harap kepala sekolah dan stakeholder terkait kembali mempertimbangkan untuk dilakukan PJJ secara berlanjut. Aktivitas anak di luar ruangan, termasuk perjalanan berangkat dan pulang sekolah, harus jadi pertimbangan.
10. Apa saja indikator penentuan PJJ?
Ratu Dewa:
Keputusan PJJ tentu harus melihat beberapa indikator. Bukan hanya kualitas udara, tetapi juga perkembangan ISPU dan kondisi kesehatan masyarakat, khususnya kasus ISPA. Kebijakan harus dinamis dan sudah jelas dalam Perwali No 63 Tahun 2026 tentang pelaksanaan pembelajaran saat kabut asap karhutla, ditentukan oleh kepala satuan pendidikan masing-masing. Satuan pendidikan diberi kewenangan menentukan tatap muka atau PJJ sesuai situasi lingkungan sekolahnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



![[WANSUS] Herman Deru Jawab Pertanyaan Karhutla: dari Asap sampai Banpres Rp100 M](https://image.idntimes.com/post/20260928/img-20260928-wa0014_338118ec-b76d-4b8c-898f-cb439fc143b2_watermarked_idntimes-1.jpg)















