Palembang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatra Selatan menimbulkan dampak kekeringan pada lahan pertanian potensial, terutama untuk area tanam komoditas padi.
Menghadapi persoalan tersebut, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel menyiapkan solusi agar penguatan pangan di wilayah tersebut tetap produktif. Salah satunya adalah mengoptimalkan lahan rawa lebak. Apalagi, Sumsel memiliki 73 persen lahan rawa lebak dari total area tanam potensial.
"Kita melakukan pengawalan (memantau lahan potensial terkena dampak karhutla) dan ini (mengatasi area tanam tetap potensial) sudah kita antisipasi. Sesuai instruksi Gubernur Sumsel yang telah mengeluarkan SK, kita lakukan gerakan tanam saat kondisi El Nino sejak April lalu," ujar Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono usai agenda tata kelola Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia.
