Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lahan Rawa Lebak Dioptimalkan Hadapi Kekeringan dan Karhutla di Sumsel
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Karhutla di Sumatra Selatan memicu kekeringan pada lahan pertanian, terutama padi. Dinas Pertanian Sumsel mengawal area terdampak dan mengantisipasi melalui gerakan tanam sejak April.
  • Pemprov mengoptimalkan rawa lebak, yang mencakup 73 persen area tanam potensial Sumsel, sebagai lahan produktif saat irigasi teknis mengering akibat El Nino.
  • Antisipasi dilakukan dengan pompa dan penanaman di lebak saat air surut. Produksi tani Januari–awal September naik 5 persen, sementara rawa rawan karhutla didorong menjadi sawah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatra Selatan mengoptimalkan lahan rawa lebak untuk menjaga produksi padi di tengah kekeringan akibat kebakaran hutan dan lahan.
  • Who?
    Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, dipimpin Kepala Dinas Bambang Pramono, menjalankan langkah pendampingan dan penanaman bersama dukungan program pemerintah pusat.
  • Where?
    Di Sumatra Selatan, terutama pada lahan pertanian potensial, lahan irigasi teknis yang terdampak kekeringan, serta kawasan rawa lebak yang dapat ditanami.
  • When?
    Gerakan tanam saat kondisi El Nino telah dilakukan sejak April. Hingga awal September, produksi tanam dilaporkan meningkat lima persen dibandingkan tahun lalu.
  • Why?
    Karhutla memicu kekeringan pada lahan pertanian potensial. Lahan rawa lebak dipilih sebagai cadangan area produktif saat lahan irigasi teknis kekurangan air dan untuk mengurangi titik rawan karhutla.
  • How?
    Petugas memantau lahan terdampak, menyiapkan pompa untuk mengamankan pertanaman, menanam pada rawa lebak saat muka air turun, serta mendorong program cetak sawah dengan dukungan biaya pemerintah pusat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kebakaran hutan dan tanah di Sumatra Selatan membuat sawah jadi kering. Pak Bambang dari dinas pertanian ingin menanam padi di rawa lebak. Rawa ini masih bisa dipakai saat kemarau. Mereka juga menyiapkan pompa air. Sekarang penanaman di rawa lebak sedang dilakukan supaya makanan tetap ada.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tekanan kekeringan akibat karhutla, optimalisasi rawa lebak menunjukkan kapasitas adaptasi pertanian Sumatra Selatan. Pengawalan lahan, kesiapan pompa, dan penanaman saat muka air turun memperlihatkan respons yang terarah. Produksi yang disebut meningkat lima persen juga memberi indikasi bahwa pemanfaatan lahan lebak dapat menjaga produktivitas pangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatra Selatan menimbulkan dampak kekeringan pada lahan pertanian potensial, terutama untuk area tanam komoditas padi.

Menghadapi persoalan tersebut, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel menyiapkan solusi agar penguatan pangan di wilayah tersebut tetap produktif. Salah satunya adalah mengoptimalkan lahan rawa lebak. Apalagi, Sumsel memiliki 73 persen lahan rawa lebak dari total area tanam potensial.

"Kita melakukan pengawalan (memantau lahan potensial terkena dampak karhutla) dan ini (mengatasi area tanam tetap potensial) sudah kita antisipasi. Sesuai instruksi Gubernur Sumsel yang telah mengeluarkan SK, kita lakukan gerakan tanam saat kondisi El Nino sejak April lalu," ujar Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono usai agenda tata kelola Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia.

1. Amankan lahan rawan karhutla untuk ditanami ulang

ilustrasi karhutla (pixabay.com/Ylvers)

Dia menyampaikan, optimalisasi lahan rawa lebak menjadi salah satu opsi dalam kondisi kekeringan dan karhutla karena area tersebut dapat diandalkan sebagai lahan produktif ketika lahan irigasi teknis mengalami kekeringan atau saat terjadi fenomena El Nino.

Lahan rawa lebak merupakan dataran rendah berbentuk cekungan di pedalaman yang tergenang air secara periodik minimal selama satu bulan dalam setahun. Lahan ini sangat bermanfaat sebagai cadangan lumbung pangan nasional untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia.

"Antisipasi saat ini yang kita lakukan, pertama, mengamankan pertanaman yang ada di lahan potensial dengan mempersiapkan pompa. Ini pendampingan agar lahan tidak sampai kekeringan. Kedua, paling optimal kita memanfaatkan lebak-lebak yang sedang turun muka air dan tanahnya. Kita bisa tanami dan alhamdulillah sedang dilakukan," jelas Bambang.

2. Data BPS sebut tanam lahan rawa lebak terbilang berhasil

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Berdasarkan riset, lahan lawa lebak menjadi andalan sektor pertanian saat musim kemarau dan kondisi kekeringan. Sebab secara potensi peningkatan indeks pertanaman, lahan ini dapat dioptimalkan melalui inovasi tata air dan teknologi pertanian modern yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitasnya.

"Keberhasilan tanam lahan rawa lebak bisa dilihat dari hasil rilis BPS. Yakni, dari Januari hingga awal September ini, produksi tan kita meningkat lima persen dibanding tahun lalu," kata dia.

3. Lahan rawan karhutla disebut potensi cetak sawah

Lahan persawahan di Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Lebih lanjut, Bambang menyampaikan, lahan rawa lebak yang selama ini rawan menjadi titik karhutla justru memiliki potensi besar untuk dialihfungsikan menjadi lahan pertanian produktif, terutama untuk dicetak menjadi area tanam sawah.

“Wajar bahwa lahan-lahan rawa yang menjadi potensi karhutla ini harus kita jadikan sawah. Sehingga dengan dukungan biaya dari pemerintah pusat ada program cetak sawah,” kata dia.

Menurutnya, menjalankan program cetak sawah perlu keseriusan. Tujuannya, agar dapat memutus rantai karhutla yang sering terjadi tiap musim kemarau. Ia menilai, kebakaran di lahan rawa tidak hanya menimbulkan asap, tetapi juga berpotensi meluas ke lahan-lahan lain dan merugikan masyarakat.

“Jadi kata kuncinya, lahan-lahan itu harus kita jadikan (lahan produktif)," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article