Kisah kesuksesan yang diraihnya, menarik perhatian seorang buyer dari negeri tirai bambu, China yang fokus pada produk fish oil.
"Saya kembali diminta untuk melakukan survei soal potensi fish oil yang ada di Indonesia. Meski belum melakukan pemesanan, tapi buyer itu mengajarkan saya banyak hal soal produk fish oil," katanya.
Untuk mendapatkan ilmu cara pengolahan dan ikan yang cocok untuk diolah menjadi fish oil, ia diminta untuk berangkat ke Oman dan mendapatkan pelatihan.
"Saya belajar tentang pabrik pengolahan yang sesuai dengan standar internasional dan bagaimana teknologi yang dirancang untun pembuatan fish oil tersebut," katanya.
Dengan ilmu yang didapatkan tersebut, Nada menyatakan ia ingin membangun pabrik pengolahan ikan di Indonesia yang sesuai standar Internasional.
"Dari situ saya mengetahui bahwa perusahaan di Indonesia tidak ada yang melakukan pengolahan sesuai standar Internasional grade A seperti yang diinginkan buyer," katanya.
Menurutnya, pabrik di Indonesia saat ini melakukan pengolahan fish meal dan fish oil masih kurang bersih dan perlu pembenahan menyeluruh agar bisa mendapatkan harga yang tinggi untuk diekspor.
"Sejauh ini saya juga memahami bahwa tidak semua pabrik di Indonesia memiliki spesifikasi dan sertifikasi yang lengkap untuk mendukung ekspor ke semua negara," katanya.