Karhutla di Ogan Ilir, Asap Nyaris Kepung Jalan Tol Palindra

- Kebakaran lahan di Indralaya Utara, Ogan Ilir, melanda 19 hektare di Desa Palem Raya dan Sungai Rambutan dekat Tol Palindra pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
- Pemadaman melibatkan Manggala Agni, TNI/Polri, BPBD, satgas udara, dan satu unit water bombing; api selesai dipadamkan hingga pukul 21.03 WIB.
- Asap tidak mengganggu arus Tol Palindra, tetapi petugas melakukan penyekatan karena lahan gambut berpotensi menyimpan bara dan angin 10 km/jam berisiko menyebarkan api.
Ogan Ilir, IDN Times – Kebakaran lahan di dekat ruas Tol Palembang-Indralaya (Palindra) pada Sabtu (1/8/2026) membuat kepulan asap nyaris mengepung jalan tol. Informasi titik api berada di 2 wilayah Kecamatan Indralaya Utara, yakni Desa Palem Raya (Tol Palindra Km 18) seluas 14 hektare dan Desa Sungai Rambutan seluas 5 hektare.
Kondisi vegetasi yang terbakar terdiri dari belidang, semak belukar, gelam, dan akasia di tanah rawa. Dalam pemadaman darat kali ini, dua Regu Manggala Agni Daops Sum-XIV/Banyuasin, TNI/Polri dan BPBD diturunkan langsung. Pemadaman baru selesai pada pukul 21.03 WIB.
1. Satgas darat dan udara dibantu 1 unit water boombing

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan untungnya kepulan asap tak mengarah ke jalan tol, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.
"Hingga Sabtu malam, api berhasil dipadamkan meskipun masih menyisakan asap tipis yang jauh dari jangkauan. Satgas darat dan udara dibantu 1 unit water bombing," ujarnya.
2. Kondisi cuaca dari pagi hingga malam cerah berawan

Ia menjelaskan, kondisi cuaca dari pagi hingga malam cerah berawan dengan kecepatan angin 10 km/jam. Pemadaman di Desa Palem Raya dimulai pukul 14.30 WIB dan baru selesai pukul 19.02 WIB. Sementara pemadam di Desa Sungai Rambutan dimulai 17.54 WIB dan selesai pukul 21.03 WIB
"Untuk mencegah kebakaran meluas, petugas melakukan penyekatan di sejumlah area rawan. Upaya ini dinilai penting mengingat kondisi lahan gambut masih berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan. Apalagi dengan kecepatan angin yang cukup tinggi, risiko penyebaran api masih ada," jelas Ferdian.
3. Petugas melakukan penyekatan untuk mencegah api meluas ke area sekitar

Sementara itu, Kalaksa BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat, menambahkan bahwa di saat bersamaan pihaknya memperoleh informasi tentang titik api di wilayah Seteko, Ogan Ilir. Pemadaman dilakukan dengan menggunakan peralatan pemadaman darat serta mengutamakan keselamatan personel dan efektivitas penanganan di lokasi kejadian.
"Petugas melakukan penyekatan untuk mencegah api meluas ke area sekitar serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan permukiman warga," ujarnya.

















