Musi Banyuasin, IDN Times - Raut bahagia dan penuh semangat terpancar jelas di puluhan wajah anak-anak yang mencoba turun ke tengah Sungai Musi, tepatnya di area Waterfront Sekayu, Musi Banyuasin (Muba). Mereka asyik bermain pasir di tepian sungai yang dangkal akibat surut selama kemarau sejak Juni 2026. Warga lokal menyebutnya bongen atau pasir. Kapan lagi, pikir mereka, bisa bermain di tengah sungai yang hanya setinggi betis orang dewasa tersebut tanpa takut terseret arus.
Bukan fenomena baru jika Sungai Musi yang mengalir di jantung Kota Sekayu ini menyusut tajam dan menimbulkan hamparan pasir putih bak pantai. Setiap Agustus, warga selalu antusias menantikan momen untuk mandi bongen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba bahkan membuat agenda rutin wisata tahunan agar Pantai Bongen menjadi destinasi alam menarik untuk dikunjungi.
Salah satu warga Sekayu, Ekot, mengatakan surutnya sungai membawa berkah bagi mereka, para pedagang kecil. Sebab dengan ramainya pengunjung yang datang ke Bongen Sungai Musi, pendapatannya ikut meningkat.
"Tahun ini cukup lama bongen muncul. Biasanya kalau air pasang tingginya hanya berjarak setengah meter dari badan jalan. Kali ini jarak menurunnya cukup jauh dari bibir sungai," ungkap penjual minuman dingin ini.
