Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Dijadwalkan Kunker ke Palembang, saat Sumsel Dilanda Karhutla

Kota Palembang
Prabowo Dijadwalkan Kunker ke Palembang, saat Sumsel Dilanda Karhutla
Kabut asap menyelimuti Palembang, Minggu 23 Agustus 2026. Jembatan Ampera tampak samar dari kejauhan. (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Presiden Prabowo Subianto dikabarkan merencanakan kunjungan kerja ke Palembang, namun jadwal pasti dan agenda kunjungannya masih belum ditetapkan.
  • Rencana kunjungan muncul saat karhutla meningkat di Sumsel, dengan 1.420 kejadian hingga 17 Agustus 2026 yang terdampak sekitar 1.926,2 hektare lahan.
  • Karhutla memicu asap hingga Palembang, sementara kualitas udara di Ogan Ilir sempat berada pada kategori tidak sehat sampai berbahaya akibat tingginya partikulat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan kunjungan kerja ke Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), Senin (24/6/2026). Rencana tersebut muncul di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah Sumsel.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Ferdian Kristanto, membenarkan adanya informasi mengenai rencana kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Palembang.

"Informasinya begitu soal kunjungannya," ungkap Ferdian kepada IDN Times.

Namun, Ferdian mengatakan jadwal pasti kunjungan Presiden ke Palembang masih belum ditetapkan. Sejumlah opsi terkait agenda kunjungan juga masih disiapkan.

"Belum. Opsi-opsi masih dihidupkan," katanya.

Rencana kedatangan Prabowo berlangsung ketika Sumsel tengah menghadapi peningkatan karhutla. Berdasarkan data BPBD Sumsel hingga 17 Agustus 2026, terdapat 1.420 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar 1.926,2 hektare. Ogan Ilir menjadi salah satu daerah dengan luasan kebakaran terbesar, yakni 272,5 hektare.

Kondisi karhutla juga mulai berdampak langsung terhadap kualitas udara. Asap dari kebakaran di sejumlah wilayah bahkan masuk ke Palembang. Sementara di Ogan Ilir, kualitas udara sempat masuk kategori tidak sehat hingga berbahaya akibat tingginya konsentrasi partikulat.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More