Kabut Asap Tebal Selimuti Palembang, Kualitas Udara Memburuk

- Kabut asap pekat menyelimuti Palembang dan Ogan Ilir sejak dini hari, membatasi jarak pandang di Jembatan Musi II, Jejawi, serta kawasan Sungai Musi.
- PM2.5 di Musi II mencapai 205,5 mikrogram per meter kubik pada pukul 04.00 WIB, lalu menurun tetapi masih berada pada kategori tidak sehat hingga pukul 10.00 WIB.
- Balai Pengendalian Kebakaran Hutan memperkirakan asap berasal dari karhutla di OKI; pemadaman berlangsung dengan penambahan regu Manggala Agni di sejumlah wilayah.
Palembang, IDN Times - Kabut asap pekat menyelimuti Palembang hingga Ogan Ilir sejak dini hari, Minggu, (23/8/2026). Pantauan IDN Times di sejumlah titik menunjukkan kondisi asap semakin tebal menjelang pagi hingga membuat jarak pandang terbatas.
Sekitar pukul 05.20 WIB, kondisi tersebut terlihat jelas dari Jembatan Musi II Palembang. Kabut asap menutupi kawasan jembatan hingga perairan Sungai Musi. Sejumlah pengendara yang melintas pun terlihat mengurangi kecepatan karena jarak pandang yang terbatas.
1. Jembatan Ampera samar dari kejauhan

Perairan Sungai Musi Palembang saat kabut asap. (IDN Times/Rangga Erfizal) Dari atas Jembatan Musi II, pemandangan ke arah Jembatan Musi VI maupun Jembatan Ampera yang biasanya dapat terlihat dari kejauhan saat kondisi normal, kali ini tertutup kabut. Permukaan Sungai Musi juga tidak terlihat jelas. Aktivitas kapal yang biasanya berlalu-lalang di perairan tersebut pun tampak lebih sedikit.
Meski kabut asap cukup pekat, aktivitas masyarakat tidak sepenuhnya berhenti. Pagi itu, warga tetap keluar rumah untuk berolahraga, bersepeda, hingga mendatangi kawasan Car Free Day. Memasuki pagi hari, aktivitas masyarakat perlahan semakin ramai.
2. Kualitas udara memburuk

Kualitas udara di Palembang memburuk (BMKG) Berdasarkan data BMKG yang dipantau di wilayah Musi 2. polusi PM2.5 sempat menyentuh 205,5 mikrogram/meter kubik pada pukul 04.00 WIB, level yang dapat memicu gangguan kesehatan bahkan pada masyarakat umum.
Pada pukul 05.00–06.00, konsentrasi turun sekitar 54 persen dari puncaknya, kemungkinan dipengaruhi oleh perubahan kondisi atmosfer seperti meningkatnya pencampuran udara setelah matahari terbit.
Pada pagi menjelang siang pukul 07.00–10.00, meski terus menurun, kualitas udara belum kembali ke kategori sedang atau baik. Nilai 70–92 mikrogram/meter kubik masih tergolong tidak sehat.
3. Jarak pandang menurun

Kabut asap di kawasan Keramasan, akses menuju Tol Palembang-Indralaya. (IDN Times/Rangga Erfizal) Kondisi asap yang cukup tebal juga terlihat di kawasan Jejawi hingga pintu tol Palembang. Jarak pandang di sepanjang jalan tersebut masih terbatas. Di tengah kondisi itu, beberapa orang bahkan masih terlihat membakar sampah sembari membersihkan halaman sebuah ruko.
Sekitar pukul 07.00 WIB, pantauan berlanjut ke kawasan Ampera. Matahari mulai meninggi dan aktivitas di sekitar Sungai Musi semakin ramai. Sejumlah pemancing dan nelayan mulai menjalankan aktivitasnya dengan menggunakan jaring maupun joran.
Ketek dan speedboat yang menjadi transportasi sungai di Palembang juga mulai hilir mudik membawa penumpang. Kondisi ini membuat aktivitas di sekitar Sungai Musi perlahan kembali seperti biasa.
Seiring matahari yang semakin tinggi, kabut asap perlahan mulai menipis. Jarak pandang pun berangsur membaik. Meski begitu, bau asap masih terasa kuat di sejumlah lokasi yang dipantau.
Kondisi tersebut membuat suasana pagi di Palembang terasa berbeda. Aktivitas masyarakat tetap berjalan di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan, sementara jarak pandang perlahan membaik setelah matahari mulai meninggi.
4. Asap berasal dari karhutla di OKI

Titik Api di Sumatra dan Kalimantan (Sipongi.menlhk.go.id) Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, menyebut asap tebal yang menyelimuti Palembang hari ini diperkirakan berasal dari karhutla yang terjadi di Kabupaten OKI.
"Prediksinya begitu, kalau kita lihat dari arah angin dan kecepatan gerakan plus hotspot," ujar Ferdian.
Ferdian menjelaskan, proses pemadaman karhutla di OKI saat ini terus berlangsung. Regu Manggala Agni pun ditambah untuk melakukan pemadaman di sejumlah wilayah lain di Sumsel.
"Satu regu Manggala Agni Sarolangun Jambi kami posisikan di KTM Rambutan untuk antisipasi. Pagi ini BKO daops Lahat dan BKO dari Kota Jambi sudah menuju ke arah OKI. Sementara satu tim dari OKI juga disiapkan ke arah Way Kambas," kata dia.

















