- Kabupaten OKI: Kecamatan Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Pampangan, Tanjung Lubuk, dan Sungai Menang
- Muara Enim: Gelumbang dan Sungai Rotan
- Musi Banyuasin: Bayung Lencir Desa Muara Medak
- Banyuasin: Rambutan dan Rantau Bayur
- Ogan Ilir: Indralaya Utara
Hotspot Sumsel Tembus 1.344 Titik, 6 Wilayah Diselimuti Kabut Asap

Jumlah hotspot per bulan tahun 2026 menunjukkan angka tertinggi pada Agustus sebanyak 8.044 titik
Kenaikan mulai terlihat dari 20 Agustus yang tercatat 449 titik, kemudian meningkat menjadi 600 titik pada 21 Agustus, dan melonjak menjadi 1.742 titik pada 22 Agustus
Saat ini air sudah sulit didapatkan oleh tim yang melakukan pemadaman di wilayah yang terjadi karhutla
Palembang, IDN Times -Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) terus mengalami lonjakan pada pekan terakhir Agustus 2026. Dilansir dari data Sistem Informasi Pemantauan Kebakaran Hutan (SiPongi) Kemenhut, terdeteksi 1.344 titik api pada Senin (24/8/2025) pukul 05.00 WIB.
Sementara jumlah hotspot per bulan tahun 2026 menunjukkan angka tertinggi pada Agustus sebanyak 8.044 titik, jauh meningkat dari Juli yang hanya 2.096 titik. Akibatnya, 6 wilayah di Sumsel terdeteksi kabut asap berdasarkan ASMC ASEAN, mulai dari Palembang, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim dan Ogan Komering Ilir (OKI).
1. Hotspot terdeteksi paling banyak berada di Kabupaten OKI dan Muba

Situasi karhutla Sumsel pada Senin (24/8/2026). (Dok. BPBD Sumsel) Kabid Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Sudirman, mengatakan peningkatan hotspot terjadi cukup signifikan dalam tiga hari terakhir. Kenaikan mulai terlihat pada 20 Agustus yang tercatat 449 titik, kemudian meningkat menjadi 600 titik pada 21 Agustus, dan melonjak menjadi 1.742 titik pada 22 Agustus.
"Meski demikian, hotspot tidak otomatis berarti titik kebakaran. Hotspot merupakan indikasi panas yang terdeteksi melalui sistem pemantauan. Kondisi tersebut berbeda dengan fire spot yang menunjukkan lokasi kebakaran," ujarnya.
Beberapa wilayah yang terdeteksi hotspot cukup tinggi meliputi OKI 48 titik, Muba 271, Muara Enim 167, Banyuasin 128, OKU Timur 56, Muratara dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 50, Ogan Ilir 37, Musi Rawas 34, OKU 27, Lahat 15, OKU Selatan 10, Empat Lawang 9, dan Prabumulih 2 titik.
2. Total karhutla tahun 2026 saat ini mencapai 1.723 kejadian

Kabut asap menyelimuti Palembang, Minggu 23 Agustus 2026. Jembatan Ampera tampak samar dari kejauhan. (IDN Times/Rangga Erfizal) Sementara total karhutla tahun 2026 sampai dengan Senin (24/8/2026) pukul 09.30 WIB mencapai 1.723 kejadian dengan indikasi luas terbakar mencapai 1.926,2 hektare.
Tim Satgas Karhutla saat ini masih fokus melakukan penanganan di sejumlah daerah rawan seperti:
Kemudian, kondisi udara di Sumsel berdasarkan DLHP Provinsi Sumsel pada pukul 07.00 WIB, menunjukkan indikator Sangat Tidak Sehat untuk 3 wilayah. Ketiga wilayah yang berada di zona merah nilai ISPU tersebut yakni Palembang dengan nilai 210, Ogan Ilir dengan nilai 245, dan PALI dengan nilai 226. Kemudian di bawahnya menyusul Musi Banyuasin masuk kategori Tidak Sehat dengan nilai ISPU 130.
3. Saat ini air sudah sulit didapatkan oleh tim yang melakukan pemadaman

Tim Manggala Agni Daops Sumatra XV/Muba saat mencari sumber air untuk pemadaman karhutla di Muara Medak. (Dok. Manggala Agni) Sudirman mengimbau seluruh pihak, khususnya masyarakat yang berada di wilayah rawan karhutla, untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Terlebih saat ini air sudah sulit didapatkan oleh tim yang melakukan pemadaman di wilayah yang terjadi karhutla.
"Hotspot ini terus kita pantau dan menjadi perhatian. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di daerah yang terpantau memiliki hotspot cukup tinggi," ujarnya.
















