Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Palembang Mundurkan Jadwal Masuk?

- Pemkot Palembang tidak meliburkan sekolah meski kabut asap memburuk, tetapi memundurkan jam masuk TK hingga SMP menjadi pukul 08.00 WIB dengan pembelajaran tetap tatap muka.
- Siswa TK, PAUD, SD, dan SMP diwajibkan memakai masker saat di luar ruangan; kegiatan ekstrakurikuler serta aktivitas luar kelas juga dibatasi untuk mengurangi paparan asap.
- Jam pulang sekolah tetap sekitar pukul 15.30 WIB, sementara Dinas Kesehatan diminta memperhatikan dan mendistribusikan pemenuhan gizi bagi anak di lingkungan pendidikan.
Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang belum mengambil opsi meliburkan sekolah di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebagai bentuk penyesuaian, Pemkot Palembang memutuskan akan menggeser waktu dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM). Siswa TK, PAUD, SD hingga SMP akan mulai masuk sekolah pada pukul 08.00 WIB.
"Untuk anak-anak sekolah, jam masuknya diundur jam 08.00 WIB, tetapi tetap offline," ungkap Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, Selasa (25/8/2026).
1. Pelajar diminta tak berkegiatan di luar ruang kelas

ilustrasi tiga anak di ruang kelas (pexels.com/RDNE Stock project) Selain mengubah jadwal masuk, Pemkot Palembang juga menerapkan kewajiban penggunaan masker bagi siswa, terutama saat berada di luar ruangan. Aturan tersebut berlaku mulai dari jenjang TK dan PAUD hingga SD dan SMP.
"Kemudian diwajibkan anak-anak SD, SMP, TK, PAUD untuk memakai masker ketika di luar," katanya.2. Jam pulang tidak berubah

ilustrasi jam dinding (pexels.com/Cats Coming) Selain itu, Dewa juga meminta kegiatan ekstrakulikuler dan aktivitas di luar ruangan dapat dibatasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah anak-anak terpapar kabut asap.
Ia pun menilai, perubahan KBM hanya diterapkan pada waktu masuk sekolah. Jam pulang siswa tetap mengikuti jadwal yang berlaku, yakni sekitar pukul 15.30 WIB.3. Minta pemenuhan gizi tetap diperhatikan

Pelaksanaan salat Istisqa atau salat meminta hujan yang dilakukan di Griya Agung Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal) Pemkot Palembang juga menyoroti pemenuhan kebutuhan gizi anak selama kualitas udara masih belum membaik. Dinas Kesehatan diminta turut memperhatikan kebutuhan tersebut di lingkungan pendidikan.
"Saya sudah minta Dinkes juga semoga bisa distribusikan di tingkat PAUD hingga SMP," jelas dia.

















