Herman Deru Ajak Warga Salat Istisqa Bersama, Mohon Hujan untuk Sumsel

Pemprov Sumsel menggelar salat Istisqa di Griya Agung Palembang pada 25 Agustus pukul 07.30 WIB untuk memohon hujan di tengah kemarau.
Gubernur Herman Deru mengajak masyarakat Palembang dan sekitarnya, terutama ibu-ibu, untuk mengikuti doa bersama setelah berbagai upaya penanganan kekeringan dilakukan.
Kemarau akibat El Nino memicu ancaman karhutla: 1.926,2 hektare terbakar sepanjang Januari-Juli 2026 dan 1,27 juta hektare lahan gambut berisiko terbakar.
Palembang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan akan menggelar salat istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang melanda Bumi Sriwijaya.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengikuti salat Istisqa. Ia berharap semakin banyak warga yang hadir untuk memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan sebagai rahmat bagi Sumsel.
"Besok kito salat Istisqa. Saya mengundang galo-galo. Lebih afdol lagi yang datang ibu-ibu," ujar Herman Deru, Senin (24/8/2026).
1. Salat istisqa akan dilakukan pagi hari

Kabut asap di kawasan Keramasan, akses menuju Tol Palembang-Indralaya. (IDN Times/Rangga Erfizal) Salat meminta hujan tersebut akan digelar di Griya Agung Palembang, Selasa, 25 Agustus pukul 07.30 WIB. Kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan dan diharapkan dihadiri oleh masyarakat Palembang dan sekitarnya.
"Upaya sudah kita lakukan secara harfiah, kita sudah berjuang bersama semua pihak," ungkap Deru.
2. Sumsel mohon diberikan hujan

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI) Deru menilai, saat ini semua pihak tengah berupaya mengatasi kekeringan yang terjadi di Sumsel. Menurutnya, salat istisqa menjadi langkah memohon langsung kepada Yang kuasa.
"Tentu karena kita umat yang beragama, kita memohon kepada Allah SWT untuk diberikan hujan," jelasnya.
3. Sumsel terancam hadapi Karhutla

Kondisi kabut asap menyelimuti perairan Sungai Musi kota Palembang, Rabu 12 Agustus 2026. ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI Diberitakan sebelumnya, Sumsel tengah menghadapi kemarau akibat El Nino. Pada tahun 2026 tercatat ada 1.926,2 ha lahan di Sumsel yang terbakar sepanjang Januari-Juli 2026.
Adapun ada sekitar 1,27 juta hektare (ha) lahan gambut yang terancam terbakar di Sumsel akibat kekeringan yang terjadi.
















