1,2 Ha Gambut Terancam Terbakar, Sumsel Minta 20 Ekskavator ke Prabowo

- Sumsel menghadapi kendala karhutla akibat embung mengering dan angin kencang, sehingga meminta penguatan kanal, sumber air, serta 20 ekskavator yang dijanjikan Presiden Prabowo.
- Pemerintah provinsi juga mengajukan tambahan helikopter water bombing karena sejumlah titik api berada jauh di kawasan hutan dan sulit dijangkau satgas darat.
- Sekitar 1,27 juta hektare gambut di Sumsel berpotensi terbakar; pemerintah melibatkan perusahaan konsesi, mengingatkan larangan membuka lahan, dan menjatuhkan sanksi bagi pelanggar.
Palembang, IDN Times - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel) menghadapi kendala terbatasnya sumber air. Sejumlah embung mulai mengering, sementara angin kencang membuat api lebih cepat menyebar di wilayah yang sulit dijangkau tim darat.
Kondisi tersebut membuat Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Sumsel meminta dukungan pemerintah pusat berupa alat berat untuk memperkuat upaya pemadaman sekaligus penyekatan kanal di kawasan rawan terbakar.
“Selain itu, kami juga meminta penguatan kanal dan sumber air. Karena kebakaran ini, embung yang ada sudah mengering. Angin sangat kencang membuat api cepat menyebar,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, Iqbal Alisjahbana, dalam rapat penanganan karhutla bersama Presiden Prabowo Subianto, Senin (24/8/2026).
1. Sumsel butuh tambahan helikopter dan eskavator

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI) Menurut Iqbal, ekskavator dibutuhkan untuk membuat kanal sebagai upaya penyekatan di wilayah gambut. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air sekaligus menghambat penyebaran api.
Permintaan itu langsung mendapat respons dari Presiden Prabowo. Ia menyatakan pemerintah akan segera mengirimkan 20 unit ekskavator untuk memperkuat penanganan karhutla di Sumsel.
Selain alat berat, Sumsel juga meminta tambahan helikopter water bombing. Iqbal menyebut sejumlah titik api berada jauh di kawasan hutan sehingga sulit dijangkau oleh satgas darat.
“Water bombing ditambah karena jarak titik api ke lokasi sangat jauh, tidak bisa dijangkau Satgas darat, kebanyakan di daerah hutan,” katanya.S
2. Seluas 1,2 juta ha lahan terancam terbakar

Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman (Dok: Manggala Agni) Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat pencegahan karhutla, termasuk dengan melibatkan perusahaan yang memiliki kebun maupun wilayah konsesi.
Deru menyebut terdapat sekitar 1,27 juta hektare lahan gambut di Sumsel yang berpotensi terbakar. Karena itu, pengendalian karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemadaman, tetapi juga dengan memperkuat pencegahan.
“Tidak semua hotspot itu fire spot. Itu kita lakukan secara konsisten untuk mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan,” kata Deru.
3. Ingatkan perusahaan untuk berhati-hati di wilayahnya

Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman (Dok: Manggala Agni) Deru mengatakan, perusahaan juga diminta bertanggung jawab terhadap kondisi lahan di wilayah konsesinya. Pemerintah bahkan telah memberikan sanksi terhadap sejumlah perusahaan yang dinilai melanggar.
“Kalau melanggar bertubi, kita cabut. Dari Gakkum sudah melakukan denda,” ujarnya.

















