Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Minta Karhutla Sumsel Cepat Diatasi, Tambahan Bantuan Disegerakan

Kota Palembang
Prabowo Minta Karhutla Sumsel Cepat Diatasi, Tambahan Bantuan Disegerakan
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat penanggulangan karhutla Susmsel di Palembang, Senin (24/8/2026). (Youtube Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo meminta seluruh titik karhutla aktif di Sumatra Selatan segera dipadamkan; kebakaran Januari–Juli 2026 tercatat mencapai 1.926,2 hektare.

  • Pemerintah pusat siap menambah bantuan, termasuk pengeboran air untuk wilayah dengan sumber air yang sulit, sementara Prabowo menilai kondisi karhutla Sumsel masih terkendali.

  • Pemprov dan Satgas memperkuat pencegahan lewat edukasi serta keterlibatan perusahaan, yang didorong untuk memiliki regu pemadam terlatih, peralatan memadai, dan respons cepat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times — Presiden RI Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan dilakukan secara cepat. Ia menekankan bahwa seluruh titik kebakaran yang masih aktif harus segera dipadamkan agar tidak meluas.

Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Palembang, Senin (24/8/2026), Prabowo menyebut hasil analisis citra satelit menunjukkan luas lahan mineral dan gambut yang terbakar di Sumsel sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai 1.926,2 hektare.

  1. 1. Prabowo pastikan tambahan bantuan akan segera diupayakan

    Personel Manggala Agni Sumatera VII Rengat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Inhu.
    Tim Manggala Agni Sumatera VII Rengat saat melakukan pemadaman Karhutla di daerah Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Inhu (IDN Times/ dok Manggala Agni Sumatera VII Rengat)

    Prabowo mengatakan pemerintah pusat siap menambah dukungan apabila dibutuhkan untuk mempercepat proses pemadaman di lapangan.

    “Saya tekankan agar kebakaran lahan 1.926,2 hektare ini segera dipadamkan. Kalau perlu tambahan bantuan dari atas, kita usahakan sesegera mungkin,” ujarnya.

    Meski demikian, ia menilai kondisi karhutla di Sumsel masih relatif terkendali. Tantangan terbesar saat ini berada di sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air, sehingga pemerintah akan mengirimkan bantuan pengeboran air dalam waktu dekat.

    “Sumsel saya rasa dalam keadaan terkendali. Yang sulit air akan dibor, yang akan dikirim dalam waktu dekat,” katanya.

  2. 2. Gubernur Sumsel prioritaskan pencegahan karhutla

    Petugas Manggala Agni memadamkan api kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Rambutan, Ogan Ilir.
    Manggala Agni tengah memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (15/8/2026). (Dok.Manggala Agni)

    Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat upaya pencegahan sekaligus penanganan karhutla dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang memiliki perkebunan maupun wilayah konsesi.

    Menurutnya, Sumsel memiliki sekitar 1,27 juta hektare lahan gambut yang berpotensi tinggi mengalami kebakaran saat musim kemarau. Karena itu, pengendalian tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

    “Tidak semua hotspot itu fire spot. Itu kita lakukan secara konsisten untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” ujar Deru.

  3. 3. Satgas dorong perusahaan perkuat regu pemadam

    Kabut asap tebal menyelimuti Palembang, dengan Jembatan Ampera tampak samar di kejauhan pada Minggu, 23 Agustus 2026.
    Kabut asap menyelimuti Palembang, Minggu 23 Agustus 2026. Jembatan Ampera tampak samar dari kejauhan. (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Danrem 044/Garuda Dempo sekaligus Komandan Satgas Operasi Penanggulangan Karhutla Sumsel, Brigjen TNI Khabib Mahfud, menilai kesiapan korporasi menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran, terutama di area konsesi.

    Ia mencontohkan sejumlah mitra pemasok APP Group, seperti PT Bumi Mekar Hijau (BMH), PT Sebangun Bumi Andalas (SBA), dan PT Bumi Andalas Permai (BAP), yang ikut terlibat dalam kesiapsiagaan karhutla. Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya diberikan di wilayah konsesi perusahaan, tetapi juga membantu penanganan di luar area perusahaan.

    “Saya lihat mereka sudah cukup aktif. Bahkan punya pesawat atau helikopter sendiri untuk water bombing,” kata Khabib.

    Khabib berharap seluruh perusahaan memiliki Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dengan personel terlatih, perlengkapan memadai, dan sistem respons yang cepat saat kebakaran terjadi.

    “Setiap perusahaan harus memiliki RPK yang senantiasa dibekali peralatan, dilatih, dan mudah digerakkan ketika terjadi kebakaran,” tutupnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More