Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jalinsum Sekayu Rusak Parah, Polres Muba Surati BBPJN Desak Perbaikan

Kondisi Jalinsum Sekayu–Lubuk Linggau yang rusak parah. (Dok. IDN Times)
Kondisi Jalinsum Sekayu–Lubuk Linggau yang rusak parah. (Dok. IDN Times)
Intinya sih...
  • Jalinsum akan ramai dilintasi kendaraan saat arus mudik lebaran
  • Polres Muba siagakan personel Polsek di titik jalan rusak
  • Perbaikan dilakukan secara bertahap dengan fokus awal pada perbaikan fungsional
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musi Banyuasin, IDN Times -Menanggapi tuntutan masyarakat terkait kerusakan Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) di ruas Sekayu–Lubuk Linggau beberapa waktu lalu, Kapolres Muba AKBP Ruri Prastowo meninjau langsung kondisi jalan yang berada di Desa Sugihwaras Kecamatan Babat Toman Kabupaten Muba pada Jumat (6/2/2026).

Kondisi jalan tersebut terus menjadi sorotan lantaran semakin rusak dan rentan membahayakan pengendara. Tampak pula beberapa spanduk protes dan bekas ban terbakar di jalan berlubang belum disingkirkan dari area tersebut.

1. Jalinsum akan ramai dilintasi kendaraan saat arus mudik lebaran

Kondisi Jalinsum Sekayu–Lubuk Linggau yang rusak parah. (Dok. IDN Times)
Kondisi Jalinsum Sekayu–Lubuk Linggau yang rusak parah. (Dok. IDN Times)

Ruri mengatakan, turut berupaya mendorong percepatan perbaikan jalan dengan berkoordinasi bersama instansi terkait. Mengingat ruas tersebut merupakan jalan nasional, pihaknya telah menyurati Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) serta melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Muba.

"Sebentar lagi memasuki libur lebaran, saat arus mudik ruas ini akan ramai dilalui kendaraan. Kita berharap agar sebelum lebaran segera diperbaiki. Minimal sebelum lebaran harus sudah selesai," ujarnya.

2. Polres Muba siagakan personel Polsek di titik jalan rusak

Kapolres Muba saat meninjau kondisi Jalinsum Sekayu–Lubuk Linggau yang rusak parah. (Dok. IDN Times)
Kapolres Muba saat meninjau kondisi Jalinsum Sekayu–Lubuk Linggau yang rusak parah. (Dok. IDN Times)

Untuk saat ini, Ruri mengingatkan para pengendara untuk berhati-hati saat melintas di ruas jalan tersebut. Mengingat kondisi cuaca yang masih terus turun hujan dan jalan berlubang digenangi air.

"Tadi sudah kita cek dan jalan berlubang sudah sangat parah. Kita minta pihak terkait agar penerangan dimaksimalkan untuk meminimalisir terjadinya laka. Nanti anggota Polsek juga kita siagakan di titik ini, serta berkoordinasi dengan Pemda dan Dishub untuk pemasangan rambu-rambu," jelasnya.

3. Perbaikan dilakukan secara bertahap dengan fokus awal pada perbaikan fungsional

Kapolres Muba saat meninjau kondisi Jalinsum Sekayu–Lubuk Linggau yang rusak parah. (Dok. IDN Times)
Kapolres Muba saat meninjau kondisi Jalinsum Sekayu–Lubuk Linggau yang rusak parah. (Dok. IDN Times)

Ahmad Faturahman selalu PPK 1.4 Satker PJN I Palembang menjelaskan, penanganan ruas jalan Mangunjaya–Muara Beliti dilakukan secara bertahap dengan fokus awal pada perbaikan fungsional melalui penambalan lubang-lubang besar.

Upaya tersebut dilakukan sambil mendata titik-titik kerusakan berat agar kondisi jalan berangsur membaik, meskipun saat ini terkendala musim hujan yang berpotensi mempercepat kerusakan ulang.

"Penanganan kami lakukan bertahap dengan menyisir dari Mangunjaya hingga batas Kabupaten Musi Rawas. Saat ini fokus pada penambalan fungsional agar jalan tetap bisa dilalui. Untuk pekerjaan permanen tetap kami upayakan sambil memantau lokasi-lokasi rusak berat yang sudah ditangani," ungkapnya.

4. Warga desak pemerintah perbaikan dilakukan menyeluruh di Jalinsum Sekayu-Lubuk Linggau

Kondisi Jalinsum Sekayu–Lubuk Linggau yang rusak parah. (Dok. IDN Times)
Kondisi Jalinsum Sekayu–Lubuk Linggau yang rusak parah. (Dok. IDN Times)

Puluhan massa turun ke ruas Jalan Sekayu–Lubuk Linggau di Desa Sugihwaras Kecamatan Babat Toman Kabupaten Muba, Rabu (4/2/2026) untuk memprotes kerusakan parah jalan.

Dalam aksi tersebut, massa yang geram akibat jalan rusak membakar ban bekas, membentangkan spanduk, serta membawa keranda sebagai simbol matinya kepedulian pemerintah terhadap infrastruktur jalan. Aksi damai tersebut sempat membuat arus lalu lintas sempat tersendat akibat konsentrasi massa di badan jalan. Namun, tetap lancar setelah petugas melakukan pengaturan.

Massa mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. Mereka juga menyampaikan ultimatum akan menggelar aksi lanjutan jika tuntutan tidak segera direspons.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Asosiasi Petani Karet Nilai Gentengisasi Jadi Jalan Hilirisasi Karet Sumsel

07 Feb 2026, 11:30 WIBNews