Herman Deru Antisipasi Daerah Rawan Karhutla saat Lebaran 2026

Gubernur Sumsel Herman Deru mengingatkan masyarakat waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau serta fenomena El Nino saat Lebaran 2026.
Pemerintah Provinsi Sumsel bersama stakeholder menyiapkan langkah strategis untuk memastikan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.
Pemprov Sumsel memprediksi sekitar 3,87 juta pemudik melintasi wilayahnya dan menerapkan sistem buka-tutup jalan di titik tertentu guna menjaga kelancaran lalu lintas.
Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru meminta masyarakat untuk berhati-hati dan antisipasi cuaca yang memasuki musim kemarau. Dalam sambutannya saat acara open house Lebaran 2026, ia mengingatkan agar warga menaruh perhatian serius terhadap potensi bencana, khususnya daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Perhatikan wilayah-wilayah rawan (Karhutla) di Sumsel. Pemprov juga telah memetakan (daerah rawan), terutama menjelang datangnya fenomena El Nino," ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
1. Pemerintah pastikan perjalan pemudik lancar saat lebaran

Deru menegaskan, selain antisipasi daerah rawan karhutlah, Pemerintah Provinsi Sumsel bersama seluruh stakeholder sudah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026.
"Fokus utama pemerintah daerah, memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan nyaman," jelas dia.
2. Pemprov Sumsel lakukan sistem buka tutup jalan di titik tertentu

Berdasarkan prediksi pemerintah daerah kata Deru, ada sekitar 3,87 juta pemudik akan melintasi wilayah Sumsel sepanjang momen Lebaran tahun ini. Ia mengatakan, selain pengamanan arus mudik, arus lalu lintas di jalan tol juga harus dipantau.
"Saat ini secara umum masih aman dan terkendali (arus jalan tol sepanjang Sumsel), pemerintah juga telah melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem buka-tutup di titik tertentu," kata Deru.


















