Hari Ini Diprediksi Puncak Antrean Kendaraan di KM 17 Banyuasin

- Kemacetan panjang terjadi di Jalintim Palembang-Betung KM 17 Banyuasin akibat perbaikan jalan dan sistem satu jalur bergantian, terutama menahan kendaraan dari Jambi menuju Palembang.
- Satlantas Banyuasin mengalihkan kendaraan Jambi menuju Lampung, termasuk kendaraan besar, melalui rute Betung-Sekayu-PALI-Tol Prabumulih atau jalur Sekayu-Lubuk Linggau-Lahat-Muara Enim.
- Sistem buka tutup membuat kendaraan menunggu 5-10 menit dan diprediksi mencapai puncak kepadatan hari ini; pengendara yang mengambil jalur berlawanan turut mengunci arus dan mengganggu aktivitas warga.
Palembang, IDN Times - Antrean panjang kendaraan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Betung KM 17 Banyuasin, membuat kendaraan dari arah Jambi menuju Palembang tertahan. Kemacetan dipicu proses perbaikan jalan akibat pemberlakukan sistem buka tutup.
"Kepadatan memang terjadi karena di KM 17 diberlakukan rekayasa satu jalur bergantian. Dampaknya antrean dari arah Jambi menuju Palembang cukup panjang. Sedangkan dari arah Palembang ke Jambi tidak terlalu lama karena setelah KM 17 kondisi jalan sudah lancar," ungkap KBO Satlantas Polres Banyuasin IPTU Eko Susilo, kepada IDN Times, Sabtu (1/8/2026).
1. Lakukan rekayasa arus ke jalur alternatif

Untuk mengurangi kepadatan, Satlantas Polres Banyuasin mengalihkan arus kendaraan dari arah Jambi menuju Lampung melalui jalur alternatif Simpang Tugu Polwan Betung menuju Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, kemudian ke PALI, Simpang Belimbing, hingga masuk Tol Prabumulih dan keluar di Palembang atau melanjutkan perjalanan ke Lampung.
Selain itu, pengendara juga dapat memilih jalur alternatif lain melalui Simpang Tugu Polwan Betung menuju Sekayu, kemudian melintasi jalan menuju Lubuk Linggau, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, sebelum masuk Tol Palembang–Prabumulih.
"Kami membuat rekayasa lalu lintas sekaligus memberikan informasi jalur alternatif bagi kendaraan dari Jambi menuju Lampung. Kendaraan besar juga kami arahkan melalui jalur tersebut," ungkap dia.
2. Berlakukan sistem buka tutup

Di lokasi pengecoran, petugas masih menerapkan sistem buka tutup satu jalur. Waktu tunggu kendaraan untuk melintas berkisar lima hingga sepuluh menit dan hari ini diperkirakan menjadi puncak kepadatan arus lalu lintas.
"Sistem buka tutup tetap diberlakukan. Kendaraan biasanya menunggu sekitar lima sampai sepuluh menit untuk bergantian melintas. Hari ini diperkirakan menjadi puncak kepadatan arus kendaraan," katanya.
3. Banyak pengendara yang tidak sabar

Senada, kemacetan panjang turut dirasakan pengguna jalan. Salah seorang warga Banyuasin, Hafidz, mengaku membutuhkan waktu hampir satu setengah jam untuk pulang setelah menjemput anaknya yang mengikuti kegiatan kemah di sekolah.
"Anak saya kemah semalam. Tadi sekitar jam 10 pagi saya jemput, tetapi saat pulang macetnya luar biasa. Sekitar 45 menit kendaraan tidak bergerak di depan sekolah," ujarnya.
Menurut Hafidz, antrean kendaraan semakin panjang karena durasi buka tutup jalan berlangsung lebih lama saat volume kendaraan meningkat. Kondisi itu juga diperparah oleh sejumlah pengendara yang tidak sabar dan mengambil jalur berlawanan sehingga arus lalu lintas sempat terkunci.
"Makin lama buka tutupnya kalau antreannya sudah panjang. Ditambah ada pengendara yang tidak sabar mengambil jalur kanan, akhirnya lalu lintas makin terkunci," jelasnya.
4. Kemacetan ganggu aktivitas masyarakat

Dirinya berharap polisi segera mengurai kemacetan di Jalintim Palembang–Betung serta mempercepat proses perbaikan jalan agar kepadatan kendaraan tidak semakin parah. Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan kemacetan yang cukup luar biasa dan mengganggu aktivitas masyarakat.
"Saya keluar dari sekolah sekitar pukul 10.00 WIB, baru sampai rumah sekitar pukul 11.30 WIB. Ada dua titik buka tutup, yakni di pangkal Jembatan Gasing dan lokasi pengecoran dekat Arhanud," jelasnya.

















