Harga Emas Palembang 5 Maret Stabil Rp15 Jutaan Sesuku

- Harga emas perhiasan di Palembang pada 5 Maret 2026 stabil di kisaran Rp15 jutaan per suku, dengan variasi harga antar toko tergantung biaya operasional dan kadar emas.
- Pengamat ekonomi menilai kestabilan harga emas mencerminkan keseimbangan antara permintaan dan penawaran, sementara kenaikan harga biasanya dipicu meningkatnya minat beli masyarakat.
- Ahli ekonomi menyarankan masyarakat tetap tenang menghadapi fluktuasi harga agar tidak memicu lonjakan akibat pembelian impulsif atau tren sesaat.
Palembang, IDN Times - Harga emas perhiasan Palembang pada 5 Maret 2026 terpantau stabil di angka Rp15 jutaan per suku setara 6,7 gram. Berdasarkan pantauan di E-Mi Gold, harga emas dijual Rp15,8 juta dan di Toko Laris lebih tinggi sebesar Rp15,9 juta sesuku.
Namun, perlu diketahui harga emas di setiap toko berbeda. Harga tersebut menyesuaikan dengan biaya perawatan dan operasional toko masing-masing.
1. Kandungan karat emas memengaruhi harga

Perbedaan harga tiap toko emas juga biasanya dipengaruhi oleh kadar emas tua maupun muda, seperti kadar yang terkandung 17, 22, dan 24 karat.
Menurut pengamat ekonomi Sumatra Selatan, Sri Rahayu, nilai emas berpotensi bergerak atau bisa juga cenderung konsisten dengan nilai stabil.
Apabila harga emas stagnan, biasanya permintaan dan penawaran di pasar konstan. Sementara, jika emas naik, disebabkan oleh animo belanja masyarakat yang tinggi.
2. Harga emas dipengaruhi permintaan pasar

Sementara kata Pengamat Ekonomi Universitas Sriwijaya Soekanto, fluktuasi dan kestabilan harga emas dipengaruhi oleh inflasi dan permintaan pasar. Harga emas naik bila permintaan tinggi dan begitu sebaliknya. Namun, meski harga emas turun, ekonomi tetap berdampak pada inflasi.
"Harga emas dipengaruhi oleh kondisi penawaran dan permintaan," katanya.
3. Cara beli emas adalah investasi dengan tenang

Dia menyampaikan langkah penting untuk menjaga harga emas stabil adalah dengan tenang menghadapi harga dan masyarakat tak perlu buru-buru membeli emas.
Biasanya, lanjut Soekanto, jika masyarakat membeli emas hanya untuk 'ikut-ikutan', bisa menyebabkan harga emas melambung dengan kenaikan tinggi.

















