Herman Deru: Pengobatan Alternatif Didukung Jika Tak Langgar Aturan

- Gubernur Sumsel Herman Deru mendukung pengobatan alternatif selama dijalankan sesuai aturan dan menilai praktik tersebut bisa menjadi bagian dari layanan kesehatan masyarakat.
- Herman Deru menyoroti viralnya pengobatan totok sirih Palembang yang dinilai berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari program Sumsel Health Tourism jika terbukti bermanfaat.
- Pemilik Rumah Totok Sirih Palembang, Ferizka Utami, menjelaskan metode terapi kayu yang telah dijalankan sejak 2012 dan menegaskan tujuannya murni membantu masyarakat mencapai kesembuhan.
Palembang, IDN Times - Gubernur Sumsel Herman Deru menilai praktik pengobatan alternatif tidak selalu menyalahi aturan atau harus ditolak. Selama dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku, pengobatan alternatif dapat menjadi salah satu pilihan layanan kesehatan yang bisa diakses masyarakat.
"Yang penting tidak menyalahi aturan, kita dukunglah," ungkap Herman Deru, Senin (27/4/2026).
1. Anggap bisa jadi health tourism

Herman Deru mengungkapkan, video viral terkait pengobatan totok sirih dari Rumah Sirih Palembang merupakan bagian dari pengobatan alternatif. Pengobatan ini menjadi pendekatan non medis yang juga berpotensi memberikan manfaat kepada masyarakat.
"Kalau ini memang bagus, bisa kita dukung sebagai Sumsel Health Tourism," jelasnya.
2. Owner rumah sirih angkat bicara setelah viral

Diberitakan IDN Times sebelumnya, pengobatan alternatif totok sirih Palembang memunculkan kontroversi lantaran cara pengobatan seolah menyakiti pasien. Pengelola pengobatan alternatif Rumah Totok Sirih Palembang akhirnya angkat bicara dan mengeluarkan pernyataan resmi.
"Pasien yang mengunggah sendiri karena merasa anaknya mengalami perubahan positif kesembuhan setelah menjalani pengobatan rutin. Namun kemudian video itu disertai komentar negatif dari pihak yang tidak mengetahui kondisi sebenarnya," ungkap Owner Rumah Sirih Palembang, Ferizka Utami.
3. Rumah totok klaim sudah beroperasi 14 tahun

Ferizka menegaskan, praktik pengobatan alternatif yang dilakukannya sudah berjalan 14 tahun sejak 2012 silam. Metode yang digunakan dalam terapi tradisional itu menggunakan media kayu dalam menekan titik saraf yang disesuaikan dengan usia pasiennya.
"Saya tidak ingin viral karena konflik atau tuduhan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kalau viral, saya ingin karena membantu masyarakat sehat," jelasnya.















