Kenaikan BBM Nonsubsidi Geser Minat Beli Mobil, Diesel Lama Mulai Diburu

- Kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertadex dan Dexlite membuat konsumen lebih selektif, terutama terhadap mobil diesel baru yang dinilai mahal dalam biaya operasional.
- Mobil diesel keluaran lama justru meningkat peminatnya karena masih bisa menggunakan biosolar yang lebih hemat dibanding bahan bakar nonsubsidi.
- Pelaku usaha mobil bekas di Palembang mencatat perbedaan karakter pasar antara mobil bensin dan diesel, di mana bensin cepat terjual tapi margin kecil, sedangkan diesel lebih stabil.
Palembang, IDN Times - Lonjakan harga BBM nonsubsidi, pertadex dan dexlite mulai berimbas ke pasar mobil bekas. Konsumen kini lebih selektif terutama terhadap mobil bermesin diesel yang dinilai semakin mahal dari sisi operasional.
Pelaku usaha mobil bekas Luksgarage di Palembang, M. Luqmanul Hakim, menyebut kenaikan harga BBM memicu pergeseran minat konsumen. Saat ini mobil diesel produksi di atas tahun 2018 dengan standar Euro 4 mulai kehilangan daya tarik.
"Yang jelas untuk skala nasional pasti ada pergeseran minat ke mobil listrik, dan bensin. Terlebih untuk mobil diesel dengan kategori Euro 4, tidak diwajibkan menggunakan solar tetapi dianjurkan menggunakan pertadex atau dexlite. Pasti ada pergeseran minat itu," ungkap Lukman, Senin (28/4/2026).
1. Mobil mesin diesel lama masih bisa gunakan BBM beroktan rendah

Menurutnya, kondisi ini membuat konsumen beralih ke dua pilihan, yakni mobil bensin yang lebih fleksibel atau mobil diesel keluaran lama yang masih bisa menggunakan biosolar.
"Yang menarik diesel lama justru diburu karena lebih hemat, lebih masuk akal untuk kondisi sekarang," jelasnya.
2. Mobil diesel tahun tua semakin diminati konsumen

Menurut Luqman, kenaikan harga dexlite dan pertadex yang mencapai sekitar 100 persen dari harga lama membuat konsumen berpikir ulang untuk membeli kendaraan kategori Euro 4. Di sisi lain, kendaraan keluaran 2015 ke bawah justru mengalami peningkatan peminat.
"Mobil bensin jelas menjadi salah satu pilihan karena pertadex dan dexlite yang naik. Sedangkan untuk diesel tahun 2015 ke bawah naik peminatnya karena bisa menggunakan bio solar dan dianggap irit, sehingga konsumen lebih mencari mobil diesel lebih tua," jelasnya.
3. Mobil diesel dibeli oleh peminat

Dengan pengalaman sekitar empat tahun di bisnis jual beli mobil diesel di Palembang, Luqman melihat perbedaan karakter pasar antara mobil bensin dan diesel. Baik diesel dan bensin dinilai memiliki karakter konsumen dan peminat masing-masing.
"Jelas berbeda jual beli mobil bensin dan diesel, mobil bensin lebih cepat dijual tapi dengan margin yang terbatas dibanding diesel. Lalu mobil diesel itu dijual lebih kepada peminat sehingga marginnya lebih stabil dan kompetitif," ungkapnya.

















