Orang Tua Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang Surati Presiden

- Orang tua bayi Alceo Hanan Flantika menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk mencari keadilan atas dugaan kelalaian medis di RSUP Dr M Djamil Padang.
- Doris Flantika mengaku tidak mendapat penjelasan medis yang transparan dan merasa pelayanan rumah sakit tidak sesuai standar keselamatan pasien.
- Keluarga meminta Presiden memerintahkan investigasi independen, melibatkan lembaga berwenang, serta mengevaluasi sistem pelayanan rumah sakit pemerintah.
Padang, IDN Times - Orang tua Alceo Hanan Flantika, bayi yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk mencari keadilan.
"Surat ini kami sampaikan agar kami bisa mendapatkan keadilan dari apa yang kami alami selama ini," kata Doris Flantika saat diwawancarai IDN Times, Selasa (28/4/2026).
Ia meminta agar orang nomor satu di Indonesia itu memberikan keadilan bagi mereka yang telah kehilangan bayinya yang baru berusia 14 bulan tersebut.
1. Surat untuk Presiden

Doris mengatakan, surat yang ia buat tersebut berisi tentang keluhannya terhadap RSUP Dr M Djamil Padang yang telah lalai hingga mengakibatkan buah hatinya meninggal dunia.
"Kami tidak menuduh tanpa dasar. Namun berdasarkan apa yang kami alami secara langsung, terdapat dugaan kuat adanya kelalaian dalam pelayanan medis," katanya.
Menurutnya, kelalaian tersebut mulai dari proses penanganan awal hingga tindakan lanjutan yang menurutnya tidak dilakukan dengan standar kehati-hatian yang semestinya.
2. Tidak mendapatkan penjelasan

Doris mengatakan, tidak mendapatkan beberapa penjelasan yang seharusnya menjadi haknya sebagai orang tua pasien yang meninggal dunia di rumah sakit terbesar di Pulau Sumatra tersebut.
"Kami sampai saat ini tidak mendapatkan penjelasan medis yang utuh dan transparan serta penanganan yang cepat dan responsif sesuai kondisi darurat," katanya.
Selain itu, menurut Doris tidak mendapatkan kepastian prosedur yang sesuai dengan standar keselamatan pasien di rumah sakit tersebut.
3. Permintaan kepada Presiden

Doris menyatakan, meminta Presiden RI, Prabowo Subianto agar memerintahkan investigasi independen terhadap dugaan kelalaian dalam kasus tersebut.
"Kami juga meminta agar melibatkan lembaga berwenang seperti Kementerian Kesehatan dan Majelis Disiplin Kedokteran untuk melakukan audit etik dan profesionalisme," katanya.
Selain itu, Doris juga meminta perlindungan bagi keluarga pasien dalam mencari keadilan tanpa intimidasi seperti yang tengah ia jalani.
"Kami juga meminta agar Presiden mengevaluasi sistem pelayanan rumah sakit pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang lagi pada pasien lainnya," katanya.
















