Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

2 Bulan Pascabencana, Pengungsi di Agam Segera Dipindah ke Huntara

Seorang warga memasak di Huntara yang dibuat secara mandiri
Seorang warga memasak di Huntara yang dibuat secara mandiri (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Intinya sih...
  • Pembangunan Huntara di Agam
  • 437 Kepala Keluarga akan ditempati Huntara yang dibangun di 9 titik lokasi terdampak bencana di Agam.
  • Siapa yang dapatkan Huntara?
  • 437 KK terdampak bencana telah didata dan diserahkan ke BNPB, mereka dapat tinggal di Huntara atau rumah saudara.
  • Bagaimana jika tidak tinggal di Huntara?
  • Warga yang tidak tinggal di Huntara akan mendapatkan uang tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per bulan dari BNPB.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Korban bencana di daerah Salareh Aie, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam-Sumatra Barat hingga saat ini masih berada di tempat pengungsian. Mereka masih belum dipindahkan ke Hunian Sementara (Huntara).

"Rencananya akan mulai kita pindahkan ke Huntara pada tanggal 20 bulan ini," kata Kalaksa BPBD Agam, Rahmad Lasmono saat dihubungi IDN Times, Minggu (18/1/2025).

Menurutnya, pengungsi yang jumlahnya kurang lebih tiga ribuan tersebut akan mulai dipindahkan ke Huntara secara bertahap sesuai dengan kesiapan dari Huntara yang dibangun oleh BNPB.

1. Pembangunan Huntara di Agam

Seorang warga di Batu Busuk, Padang mengabarkan keluarganya terkait keadaan terbaru di tempat tinggalnya
Seorang warga di Batu Busuk, Padang mengabarkan keluarganya terkait keadaan terbaru di tempat tinggalnya (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Rahmad mengatakan, untuk pembangunan Huntara di Kabupaten Agam sampai saat ini sudah mulai dibangun di 9 titik yang merupakan lokasi terdampak bencana di daerah tersebut.

"Huntara ini kita sudah ajukan di 9 titik seperti di Salareh Aie, Maninjau, dan beberapa titik lainnya yang ada di sekitar lokasi bencana tersebut," katanya.

Menurutnya, Huntara yang dibangun tersebut akan ditempati oleh 437 Kepala Keluarga yang merupakan korban bencana ekologi yang terjadi pada November 2025 lalu.

2. Siapa yang dapatkan Huntara?

Seorang pria di daerah Palembayan, Kabupaten Agam menatap puing-puing yang diakibatkan banjir bandang dan menimbun 9 anggota keluarganya.
Seorang pria di daerah Palembayan, Kabupaten Agam menatap puing-puing yang diakibatkan banjir bandang dan menimbun 9 anggota keluarganya (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Rahmad mengatakan, untuk Huntara itu sendiri pihaknya telah mendata warga yang terdampak bencana sebelumnya dan menyerahkan data tersebut ke BNPB.

"Dari pendataan itu ada sebanyak 437 KK itu yang menyatakan siap dan mau pindah ke Huntara. Untuk yang lainnya memilih untuk tinggal di rumah saudaranya," katanya.

Ia mengatakan, hal tersebut dibolehkan dan tidak ada larangan untuk warga korban bencana tinggal di rumah saudara atau tinggal di rumah kontrakan yang lebih aman.

3. Bagaimana jika tidak tinggal di Huntara?

Salah satu rumah warga di daerah Palembayan, Kabupaten Agam yang dihantam banjir bandang
Salah satu rumah warga di daerah Palembayan, Kabupaten Agam yang dihantam banjir bandang (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Rahmad menjelaskan, jika warga yang tidak memilih untuk tinggal di Huntara yang sedang dibangun oleh BNPB saat ini akan diberikan uang tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per bulan untuk satu Kepala Keluarga.

"Kemarin juga sudah ada yang kami berikan kepada masyarakat yang terdampak bencana dan dana tunggu hunian itu ditransfer langsung oleh BNPB ke rekening masing-masing warga," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

BPBD Sumsel Catat Banjir di OKI Meluas di 6 Kecamatan

18 Jan 2026, 17:08 WIBNews